Silakan baca-baca di sini:
http://rumahku-indah.blogspot.com
Blog tersebut memuat banyak sekali bantahan ilmiah terhadap paham-paham yang dianut LDII/IJ.
Silakan baca-baca di sini:
http://rumahku-indah.blogspot.com
Blog tersebut memuat banyak sekali bantahan ilmiah terhadap paham-paham yang dianut LDII/IJ.
Mohon Maaf. Akibat keterbatasan waktu saya, blog ini menjadi tidak terawat. Komentar-komentar masuk tidak terkendali. Banyak komentar yg kena filter oleh wordpress.com (dianggap spam), sebagian sudah saya approve, tapi sebagian lagi saya hapus.
Untuk sementara semua fasilitas komentar saya tutup dulu sampai batas waktu yg akan saya tentukan kemudian.
Bagi yang masih haus untuk berdiskusi, berdebat, atau apapun mengenai LDII/IJ silakan join di milis islam-jamaah@yahoogroups.com (subscribe ke: islam-jamaah-subscribe@yahoogroups.com).
Semoga kita semua bisa menghadap ALLAH SWT dengan husnul khatimah.
Sumber: Milis islam-jamaah@yahoogroups.com
Ditulis oleh: Ahmad Agung <bagaskara_354@********>, 2 Juli 2008
Keamiran H.Mauludin, Cak Azis dan Ulama Salaf
Konsep keamiran yang dipahami oleh saudara kita Mauludin Al Hafidz sebenarnya tidak bertentangan dengan apa yang seharusnya dipraktekkan oleh saudara jamaah di LDII seandainya jamaah LDII lebih mengenal manhaj salaf dan akrab dengan ulama-ulama salaf semacam Syekh Abdul Azis ibni Abdillah bin Baz (Syekh Bin Baz rahimahullah), Syekh Ibnu Utsaimin (Syekh Utsaimin rahimahullah), Syekh Nashirudin Al Albani, Syekh Abu Abdurrahman Yahya bin Ali Al Hujury (Syekh Yahya rahimahullah, yang merupakan penerus dakwah salafiyyah Syekh Muqbil, yang beberapa ulama Indonesia semacam KH. Ja’far Umar Thalib dsb dikabarkan pernah berguru dengan Ma’had Syekh Muqbil di darul hadits di dammaj )
Konsep keamiran yang ada di LDII adalah apa yang disebut sebagai Al-Imarratussughro, yaitu keamiran yang sifatnya berskala kecil yang merupakan sebuah tahapan yang dilakukan menuju akad pembai’atan yang integral (Al Imamah Uzhma).
Sangat tidak tahu diri seandainya ada yang merasa bahwa kepemimpinan dalam LDII adalah Al Imamah Uzhma, atau bersikap seolah-olah pemimpin yang dibaiati adalah kepemimpinan yang terintegrasi, Al Jamaatu Muslimin dan hanya satu-satunya yang syah dan wajib dibaiati serta memenuhi kriteria antara lain mampu menegakkan hukum had, mempunyai wilayah kekuasaan, dsb (more…)
Shalat subuh di lakukan pada saat subuh.
Puasa wajib salah satunya dilakukan pada bulan Ramadhan.
Zakat dikeluarkan jika sudah mencapai nishab.
Haji dilakukan jika sudah mampu.
Bai’at kepada pemimpin dilakukan jika …………
Cobalah isi titik-titik di atas sebagai jawaban Anda. Tuliskan jawaban Anda di bagian komentar artikel ini.
Update (13 July 2008 23:32 WIB)
Fasilitas komentar utk posting ini saya tutup, karena sudah berlebihan.
Sumber: http://www.jokam.com/forum_viewtopic.php?50.1574
sirun79 on Thu Jul 21 2005, 12:48PM:
Assalamu alaikum wr wb.
Kembali saya dihadapkan pada orang yang
agak kritis, tapi kali ini hum.Dia menanyakan dalil “innahu laa islaama…illa bil baeah…”.
Haditsnya apa dan halaman berapa.Saya pernah melihatnya di dalam hadits Ad Darimi. Tapi di dalam hadits Ad Darimi itu tidak ada lafal “walaa imarota illaa bil baeah”, tapi langsung “wa laa imarota illa bitthoat.
Apa ada di dalam hadits lain?
Jazaakumullohu khoiro.
Wassalam.Nb. Saya mau belajar bahasa Arab agar bisa baca arab gundul. Gimana memulainya? ada gak referensi/software yangbaik dan gratis?
Jazaa kalloohu khoiro
SeeRoonSter
Sumber: http://www.ldii.or.id//index.php?option=com_content&task=view&id=58&Itemid=2
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kerukunan antar dan inter ummat beragama dewasa ini tampaknya semakin kondusif. Namun demikian, dalam skala kecil, masih saja terjadi situasi perseteruan, konflik, perpecahan, tindak kekerasan, dan permusuhan diberbagai tempat di tanah air, baik secara horizontal antar dan inter ummat beragama maupun secara vertikal antara sebagian masyarakat dengan aparat atau penyelenggara pemerintahan. Sebenarnya harapan kita, tidak akan terjadi situasi demikian itu karena tidak sesuai dengan falsafah budaya bangsa kita, yaitu hidup rukun dan damai sehingga mampu bersatu dan membangun dalam kemajemukan.
Sumber: http://www.ldii.or.id//index.php?option=com_content&task=view&id=57&Itemid=1
Siapa saja yang mengamalkan Al-Qur’an dan Al-Hadits dengan seutuhnya ( kaffah ) serta konsisten ( istiqomah ) selalu saja ada fihak-fihak yang tidak senang. Hal tersebut semata-mata karena fihak yang tidak senang tadi kemungkinan belum mengetahui secara benar mengenai LDII .
LDII menganggap fihak yang tidak senang dengan LDII tersebut karena masih adanya kesalahpahaman. Oleh sebab itu LDII berusaha untuk menjelaskan kesalahpahaman tersebut melalui pengajian-pengajian di setiap tingkat organisasi di daerah-daerah.
Last Updated ( Sunday, 04 March 2007 )
Sumber: http://www.ldii.or.id//index.php?option=com_content&task=view&id=56&Itemid=1
Kesan eksklusif itu sebetulnya tidak benar . Buktinya banyak warga LDII yang menjadi tokoh masyarakat, ketua RT, ketua RW, dan lain-lain. Hanya karena aktivitas pengajian di LDII sangat tinggi , menyebabkan kesempatan pergaulan di masyarakat menjadi berkurang. Dalam hal ini DPP LDII sudah memberikan pedoman kepada seluruh warganya agar tetap menjaga tali silaturohim dengan masyarakat sekitarnya, termasuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh RT/RW setempat.
Last Updated ( Sunday, 04 March 2007 )
Sumber: http://www.ldii.or.id//index.php?option=com_content&task=view&id=61&Itemid=1
Jakarta-RoL — Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) KH Abdullah Syam menegaskan organisasi yang dipimpinnya bukan merupakan reinkarnasi atau penjelmaan dari organisasi Islam Jamaah dan bukan pula penerus ajarannya. Penegasan tersebut, disampaikannya di sela-sela pembukaan Rakernas LDII di Jakarta, Selasa yang dibuka oleh Menkokesra Aburizal Bakrie. “LDII bukan Islam Jamaah apalagi penerus ajarannya,” tegasnya.
Ia secara tegas menolak opini dan tuduhan negatif bahwa LDII meneruskan ajaran Islam Jamaah. Menurut Abdullah, LDII justru terus melakukan pembinaan terhadap orang-orang yang dulu menganut paham Islam Jamaah.
Ia juga mengatakan, masjid LDII terbuka untuk umum. “Tuduhan soal keamiran juga tidak benar. Kita mempelajari ilmu kepemimpinan itu, untuk melaksanakan berbagai keputusan LDII agar sampai tingkat bawah,” katanya sambil menambahkan bahwa LDII tetap berideologi pada Pancasila dan UUD 1945.
Fokus pengembangan dakwah LDII lebih menekankan pada bidang ekonomi dengan mengembangkan lembaga ekonomi syariah dan bekerja sama dengan semua pihak demi terciptanya kerukunan umat.
LDII katanya, juga terus melakukan pendekatan klarifikasi mulai dari tingkat bawah di berbagai daerah. “Ini sesuai dengan permintaan dari Majelis Ulama Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta LDII agar melakukan klarifikasi dari bawah untuk menyakinkan masyarakat bahwa ajarannya tidak sesat.
Meski demikian, menurut Ma’ruf, MUI sendiri belum mengerluarkan fatwa mengenai LDII, karena sampai saat ini masih dalam proses. Namun, secara pribadi dia menyambut baik kembalinya LDII bergabung dengan MUI serta ormas Islam lainnya.
“Masak orang mau baik tidak boleh. Memangnya kita yang membuka pintu surga,” katanya. Ia juga mengaku telah menerima pimpinan LDII dan mendengar penjelasan langsung dari mereka bahwa LDII tidak menganut paham Islam Jamaah yang dianggap sesat. (antara) – is
Sumber: Republika Online
Last Updated ( Tuesday, 06 March 2007 )
Sumber: http://www.ldii.or.id//index.php?option=com_content&task=view&id=62&Itemid=1
JAKARTA–MIOL: Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) KH Abdullah Syam menyatakan LDII tidak identik dengan Islam Jemaah yang pernah dilarang berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Saya tegaskan LDII tidak memiliki hubungan dan tidak ada hubungannya dengan Islam Jemaah,” kata KH Abdullah Syam pada acara Media Gathering menyambut Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII di Jakarta, Senin (5/3).
Menurut Abdullah Syam momentum Rakernas yang berlangsung Selasa (6/3) hingga Kamis (8/3) di Jakarta, akan menjawab berbagai tuduhan miring dan stigma negatif yang pernah melekat pada LDII. Dijadwalkan acara Rakernas yang bakal diikuti ribuan jemaah LDII dari seluruh Indonesia akan dibuka Menko Kesra Aburizal Bakrie.
Kehadiran LDII yang sebelumnyya bernama Lemkari (Lembaga Karyawan Dakwah Islam) didirikan pada 1972 bertujuan meluruskan dan membina para anggota Islam Jemaah. Abdullah Syam mengungkapkan LDII telah menjelaskan kepada Komisi Fatwa MUI yang diketuai KH Ma’ruf Amin, tidak benar anggota LDII pada saat salat berjamaah tidak boleh mengambil imam selain orang dari kelompoknya.
“Kami juga menolak anggapan jemaah LDII suka ‘mengkafirkan’ mereka yang bukan jamaah LDII,” tandasnya.
Koordinator Bidang Dakwah LDII, H Chriswanto Santoso menambahkan tuduhan eksklusif yang dialamatkan kepada LDII juga tidak benar. “LDII tidak mengajarkan doktrin ekslusif dalam bermasyarakat dan juga beribadah, ” ujarnya seraya mengakui kemungkinan adanya jemaah yang tidak terkontrol dengan sikap seperti itu.
Namun kalaupun ada, kata Chriswanto, sifatnya perorangan semata dan bukan menjadi ajaran LDII. Ia mengungkapkan Ketua Umum LDII ketika bertemu Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma’ruf Amin dan pimpinan MUI lainnya telah disumpah untuk menyampaikan pernyataan yang benar mengenai LDII.
Menjawab pertanyaan tentang hubungan LDII dengan NU dan Muhammadiyah, Chriswanto menandaskan LDII telah membaur dengan kedua ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut. Bahkan beberapa kader LDII ada yang dipercaya menjadi pengurus MUI di beberapa daerah seperti di Sumatra Selatan dan Jawa Timur.
Ketua Panitia Rakernas LDII Iskandar Siregar mengatakan, rakernas kali ini akan memfokuskan pada pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu solusi dalam peningkatan kesejahteraan umat dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.
Iskandar mengemukakan sejumlah tokoh telah diundang sebagai pembicara. Antara lain Kapolri Jendral Sutanto, Ketua Komisi Fatwa MUI Ma’ruf Amin, Mendagri Moh Ma’ruf, tokoh NU Ahmad Bagja, pakar ekonomi syariah, praktisi pers dan lain-lain. (Bay/OL-02).
Sumber: Media Indonesia Online
Last Updated ( Tuesday, 06 March 2007 )