Berikut ini adalah beberapa dalil yang kami curigai terjadi penyimpangan di dalam ajaran LDII.
- Imarah (Bai’at, Jama’ah)
-
- Atsar (ucapan) Umar bin Khattab r.a., yang artinya:
- “Sesungguhnya tiadalah Islam kecuali dengan berjamaah, tiadalah jamaah kecuali dengan beramir, tiadalah beramir kecuali dengan berbai’at, tiadalah berbai’at kecuali dengan taat.”
-
- Hadits riwayat (Hr) Muslim, yang artinya:
- “Barang siapa yang membuka tangan (mengudar) ketaatan (dari imam) niscaya ia bertemu dengan Allah dengan tidak memiliki alasan, dan barang siapa yang mati padahal tidak ada ikatan bai’at di pundaknya, maka ia pasti mati seperti mati di zaman Jahilliyah”
- Manqul
-
- Hr. Abu Daud , yang artinya:
- “Barang siapa yang mengucapkan/menerangkan Kitab Allah Yang Maha Mulia dengan pendapatnya walau benar, maka sesungguhnya ia telah salah”
-
- Hr. Tirmidzi, yang artinya:
- “Barang siapa yang mengatakan tentang Al Qur’andengan pendapatnya sendiri, maka hendaklah menempati tempat duduknya di neraka”
Penyimpangan yang mungkin terjadi antara lain adalah:
- Pergeseran makna/tafsir dalil-dalil tersebut
- Penggunaan dalil yang lemah (dha’if)
Pembahasan selengkapnya akan segera menyusul.
Wallahu A’lam