Sumber: http://www.jokam.com/forum_viewtopic.php?50.1574
sirun79 on Thu Jul 21 2005, 12:48PM:
Assalamu alaikum wr wb.
Kembali saya dihadapkan pada orang yang
agak kritis, tapi kali ini hum.Dia menanyakan dalil “innahu laa islaama…illa bil baeah…”.
Haditsnya apa dan halaman berapa.Saya pernah melihatnya di dalam hadits Ad Darimi. Tapi di dalam hadits Ad Darimi itu tidak ada lafal “walaa imarota illaa bil baeah”, tapi langsung “wa laa imarota illa bitthoat.
Apa ada di dalam hadits lain?
Jazaakumullohu khoiro.
Wassalam.Nb. Saya mau belajar bahasa Arab agar bisa baca arab gundul. Gimana memulainya? ada gak referensi/software yangbaik dan gratis?
Jazaa kalloohu khoiro
SeeRoonSter
yugo on Thu Jul 21 2005, 01:12PM:
ada yang ADA dan ada yang NGGAK ADA pak, meski intinya sama, contoh bbp dalil dibawah ini:
1. yadullohi ALAL jamaah waman syadzaa syadzaa ilan Naar, ada juga hadits lain yang berbunyi yadullohi MA`AL jamaah… dst.
2. …wa man yu`minu billahi wal yaumil aakhir fal yaqul khoiro au LIYASMUT, tapi ada perowi lain yang berlafal …au LIYASKUT
Yeah, intinya sama lah… gak usah khawatir pak, semua dalil diatas bisa dijadikan hujjah kok. Bagi logic thinkers: yang namanya Jamaah sudah pasti, wajib, kudu ada: Im** yang di baiah toh? Gimana mau toat kalo nggak ada prosesi Baiah?. Coba gali terus ilmunya pak… Semoga Alloh paring kefahaman. Amiin Ya Dzal Jalali Wal Ikrom.
sirun79 on Thu Jul 21 2005, 02:24PM:
Disitulah masalahnya. Dia mengatakan bahwa hadits itu (yang ada lafal ‘illa bil baeah’) tidak ada. Katanya kita yang nambah-nambahi lafal baeah. Makanya dia mau lihat haditnya langsung, halaman berapa di Darimi.
Kalo yang saya lihat di Darimi itu memang gak ada lafal ‘illa bil baeah’nya. Ato mungkin di halaman lainnya? wallaahu a’lam.
Kalo di himpunan insya Allah rujuknya ke Darimi juga. Tapi nanti saya lihatlagi (soalnya skg di kantor).
Jazaa kalloohu khoiro
SeeRoonSter
yugo on Thu Jul 21 2005, 02:42PM:
Fuu bil baiatul awalu fal awaal… Bener Masdodo tuh, di Kitabu Imaroh atau mungkin di Kanzil Umal insya Alloh ada. Saya sendiri sudah pernah baca yang ada lafal “… bil baiah…”, tapi nanti deh, jarang deres juga nih, hehehe… Sibuk boss, sama nih lagi di kantor juga. Jazaakallohu khoiro dan salam tiga jari… yeah!!
striker on Mon Jul 25 2005, 05:52PM:
…
…
Dia menanyakan dalil “innahu laa islaama…illa bil baeah…”.
Haditsnya apa dan halaman berapa.
…
…
Yang bilang qta menyalin hadist dg bunyi spt itu spy dimintakan referensinya, di mana qta menyalin itu? Sy cek di K. Adillah qta, yg disalin dari Ad Darimi itu, matan-nya emang langsung “..illa bitthoah”, tanpa ada ‘..illa bil baiah..’ Sy kira ini fitnahan yg lagi nge-trend di kalangan hum kalo qta (actually, Abah Alm) ngarang hadist itu. Suruh mereka buktikan dimana qta menulis hadist dari AdDarimi yg matannya ada ‘.. illa bil baiah..’. Spt yg pak cik bilang, nggak kurang2 deh ayat dan hadist ttb B* itu. Mau di Bukhori n Muslim yg shahih jg ada. Suruh aja ngaji yg banyak. Tapi kalo emang motivasinya mau nuduh qta ngarang hadist, ya nggak usah dilayanin terlalu jauh deh. Kalo bisa tunjukin aja K. Adillah qta, itu versi salinan yg orisinil dari Abah Alm. Cukup dijelaskan singkat aja. Kalo cetakannya mau dpt hidayah ya mesti bisa nerima, kalo cetakannya pasal2 cari salah qta, lha qta kan manusia biasa, pasti banyak salahnya, tapi itu nggak berarti sama sekali bahwa QHJ yg kita emban itu salah. Meanwhile, qta open minded aja untuk memperbaiki diri terus menerus.
sirun79 on Tue Aug 09 2005, 11:05AM:
Maaf, baru masuk lagi, siiiiibuk.
Jadi kesimpulannya, memang hadits yang ada kata ‘illa bil baeah’ itu belum ketemu hadits/prowinya khan? So, semuanya supaya mengingatkan kepada para penasehat agar tidak usah memakai hadits dengan lafal tersebut di atas, ok. Itu untuk mencounter omongan jelek hum kepada kita.
Bukankah hadits tentang baeat itu sendiri sangant banyak khan? jadi pake hadits yang prowinya jelas saja.
Alhamdulillah jazaakumullohu khoiro atas perhatiannya semua. Especially for my far away ‘uncle’, qh4u2die4.
Jazaa kalloohu khoiro
SeeRoonSter
q4u2die4 on Tue Aug 09 2005, 12:32PM:
hadits tentang baeat itu sendiri sangant banyak
That’s yaqeen-HaQQ “TRUE & CORRECT”. And although what’s already been openly “shared” with ALL as found in “tafsir ibn kaatsir” (i.e. which Muslim scholars [worldwide!] had acknowledged and recognized as “authoritative”) is indeed quite adequate if not explicatively comprehensive; as a fellow wargaJ (&/or that “eccentric and stupid old man”) I shall and can only assure ALL fellow wargaJ that there are indeed SO MUCH MORE that proved, substantiated and confirmed the OBLIGATION for one to “bai’at” to legitimize his/her very existence. That said, all-of-us (wargaJ!) regardless of age, gender or “position within the congregation” should always bear in mind that it is most definitely an abominable sin (DOSA BESAR!) to “fabricate and/or concoct” or to use “ro’yu” to justify one’s own conviction and/or stand about any particular Islamic principle. So we shall always strictly and exclusively “stick and abide” to QnH only! And as Sirun79 had understood (alHamdulillaahi robbil ‘aalameen)
… … jadi pake hadits yang prowinya jelas saja.
“Hidayah dan Hikmah adalah urusan aLLaahu Sendiri!”mApmaslb – ajkAkh – wSak wRAwBwM
masdodo on Fri Aug 12 2005, 09:58AM:
sirun wrote : Jadi kesimpulannya, memang hadits yang ada kata ‘illa bil baeah’ itu belum ketemu hadits/prowinya khan?
sepertinya kesimpulan dia “agak” betul, soalnya dari keterangan Pak KAsmudi dan Pakubumi pusat begini :
1. Mengenai manqulnya hadis yg lengkap tsb secara komplit sebetulnya sudah di sampaikan oleh abah alm. (walau hanya lewat nasehat)
2. haditsnya sendiri sebetulnya ada (diterangkan beliau2 tsb) hanya karena hadits tsb tidak masyhur dan Laku (cetakannya), maka sekarang sangat susah untuk ditelusuri.
(meski gak “GENTLE”, itulah keterangannya……..)
3. Kemungkinan di Tim Teng (di perpustakaannya sana) masih ada.itulah yang bisa kita terangkan pada orang kita, saudara2 kita….kalo pada HUM terangkan saja dengan hadits lain yang saling melengkapi dan derajatnya sahih semua. biar merka gak pasal2 dan punya bahan untuk menjatuhkan.
q4u2die4 on Fri Aug 12 2005, 11:31AM:
Begitu lah (saperti yang masdodo tulis di atas) seBENARnya yang dulu2 pakcik terima, … … ya saperti kata beliau … …”(meski gak “GENTLE”, itulah keterangannya……..)” … …
Masdodo, .. … there’s such a thing I call “controlled transparency”; but life goes on, so we move on and “not that we are SCARED or DAUNTED by hum’s threats or potentials”; it’s just proper that we thread strategically such that we do not literally INVITE persecution = FBBLLB always.
masdodo on Sat Aug 13 2005, 12:10PM:
Meski gak Gentle begitulah………
jangan akhirnya melemahkan karena gak ada bukti di depan mata, karena berkenaan dalil baiat…banyak, buanyaaaaaaaaak hadits yg hasan sohih…Jokam….jokam….till death do us part…
dhiepo354 on Wed May 03 2006, 11:25PM:
hadist itu banyak banget, jd jgn cuma menggali cuma satu hadist saja dan diambil kelemahan terus disimpulkan, apalagi klo qta cuma menuruti omongan orlu yg selalu mencari kesalahan qta tanpa dasar yg jelas, pokoknya saya membenarkan omongan pakcik lah bahwa “hadits tentang baeat itu sendiri sangant banyak:, so klo ada jokam yg ditanya2 mslh hadist, ya qta jawabnya pake referensi hadist lain yg lebih memperkuat dan secara mankul tentunya, Ingat…!!! Jangan hanya menggunakan hanya satu hadist dgn matan (isi hadist) yg ga jelas perowinya untuk qta pergunakan ato qta pake hujjah…apalgi klo lom manqul.
ajkkhh
Ass. Wr. Wb.
Saudaraku semoga kita ada dalam lindungan Alloh SWT.
Boleh nggak saya jokam dari bdg memberikan syaran. Bagaimana nich dalam blog ini kita berdiskusi tentang cara dakwah, menyampaikan pengalaman dakwah sehingga yang kita garap menjadi teman sosial yang baik atau hingga jadi jokam ada khusus rubrik yang terus menerus dibahas. Selain itu ada informasi yang mengembangkan hubungan bisnis, buku baru yang bermanfaat pada tiap bidang ilmu, keterampilan-keterampilan yang bermanfaat seperti bikin sabun, bikin obat gosok, bikin tinta tulis, bikin tinta printer. gambaran usaha, gambaran permodalan,dll. Sehingga kite-kite bahagia dunia dan akhirat. Aamin. Moga-moga Alloh paring barokah.
Bdg, 5 juli 2009 perdana.
Comment by Azeif — July 6, 2009 @ 1:49 am
MUI (Majelis Ulama Indonesia) tetap menyatakan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) sebagai aliran sesat. Sehingga, MUI melarang pengurusnya menghadiri acara-acara yang diselenggarakan LDII seperti Rakernas dan semacamnya. Bahkan kehadiran unsur MUI secara pribadi pun tetap dilarang.
http://swaramuslim.net/more.php?id=A5513_0_1_0_M
Comment by uut — July 4, 2009 @ 11:34 am
saya spenapat dengan Agung Sujatmiko namaun, ’Ingatlah, kata salafi –yaitu pengikut salafush sholih- bukanlah sekedar pengakuan (kleim) semata, tetapi harus dibuktikan dengan beraqidah, berakhlaq, beragama (bermanhaj), dan beribadah sebagaimana yang dilakukan salafush sholih.’ simaklah selanjutnya
http://rumaysho.wordpress.com/siapa-salaf-salafi/
Comment by uut — July 4, 2009 @ 11:27 am
Kalo sekarang yang mengaku golongan salafi hanyalah NUMPANG nama, tapi belum tentu mengikuti Rosululloh SAW dan para sahabatnya. Jadi jangan mengira kalo ikut aliran salafi zaman sekarang itu berarti termasuk golongan nabi dan para sohabatnya..
Islam zaman sekarang sudah berpecah dengan berbagai nama, dan nama belum mencerminkan keaslian dan kemurnian dari islam itu sendiri, tapi ilmu, amal dan prilaku mulialah yang mencerminkan watak dan ciri islam yang hakiki..
Comment by Agung Sujatmiko — July 3, 2009 @ 1:43 am
Betapa Tercelanya Para Pembenci Salaf !!!
قال عبد الله بن المبارك :دعوا حديث عمرو بن ثابت فإنه كان يسب السلف
رواه مسلم, مقدمة (1/38)
Abdullah ibn Mubarak berkata: “Tinggalkanlah oleh kalian haditsnya Amr ibn Tsabit karena ia telah mencaci salaf”.
Diriwayatkan oleh Muslim, muqadimah (1/38)
—————————————–
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال … :فإني نعم السلف أنا لك
رواه البخاري (6285, 6286)
Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam bersabda: “… Karena sesungguhnya sebaik-baik salaf bagi kamu (Fatimah –pen) adalah saya”.
Diriwayatkan oleh Bukhori (6285, 6286).
قال البخاري: وقال راشد بن سعد كان السلف يستحبون الفحولة لأنها أجرى وأجسر
البخاري (9/468)
Berkata Bukhori : berkata Rasyid ibn Sa’ad (seorang tabi’in –pen) : “Dahulu para salaf mengutamakan binatang jantan, karena ia lebih cepat larinya dan lebih berani”.
Bukhari (9/468).
قال ابن حجر في فتح الباري :قوله : ( كان السلف ) أي من الصحابة فمن بعدهم
Berkata Ibn Hajar dalam Fathul Baari, “Ucapan (Rasyid ibn Sa’ad diatas): “As-Salaf” : maksudnya sahabat dan orang-orang sesudahnya ”.
قال ابن منظور: سلف الإنسان مَن تقدَّمه بالموت من آبائه وذوي قَرابته ولهذا سمي الصدْر الأَول من التابعين السلَف الصالح
لسان العرب (9/159)
Berkata Ibn Mandzur : “Salaf adalah setiap orang yang mendahului anda, baik dari bapak (nenek moyang) maupun kerabat yang diatas anda dari segi usia dan keutamaan. Karena itulah masa-masa awal (Islam) yang terdiri dari tabi’in disebut as-salaf as-shalih”.
Lisan Al-Arob (9/159)
Maka menisbatkan diri dan mengikuti salaf adalah wajib !!!
قال الذهبي: السلفي وهو من كان على مذهب السلف
سير أعلام النبلاء (21/6)
Berkata Adz-Dzahabi: “as-Salafi adalah orang yang berada diatas mazhab salaf (yaitu orang-orang yang disebutkan diatas : para pengikut Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam yang terdiri dari para Shahabat radhiyallahu’anhum ajma’in, para tabi’in dan tabi’ahum –pen)”.
Siyar A’lam Nubala (21/6).
http://rumahku-indah.blogspot.com/2008/10/normal-0-false-false-false.html
Comment by by — July 2, 2009 @ 11:42 am
amiin… i’m from bandung mas… mas, salafi ga usah di layani mereka udah dicoret oleh ulama hijazz dianggap keluar dari manhaj ahlussunnah wal jamaah,,, demikian juga para juru hukum di ryadh, yaman, dan beberapa guru besar di al azhar yang lurus menyatakan demikian,,, salafi sudah menentang manhaj Al Jama’ah…
tapi kalo nafsu-nafsu amat mah ga apa-apa dicomment.. biar ada yang ngimbangin… hehe…
Comment by hafidz — July 2, 2009 @ 3:48 am
Hafidz are you from depok? I think a know you,Bravo to you n for your knowledge, ajkk..
Comment by Agung Sujatmiko — July 2, 2009 @ 2:51 am
ulama mekah medinah juga islam jamaah mas…. manhaj islam jamaah adalah yang dipakai oleh semua jamaah yang menetapi al quran dan sunnah secara lurus dan istiqomah,,, islam jamaah itu ada di seluruh dunia, walaupun mereka menggunakan nama dan organisasi yang berbeda, imam yang berbeda, sistem sambung yang berbeda,cara mengaji yang berbeda….. tapi mereka sama-sama faham… bahwa mengaji harus mankul musnad mutashil,,,, mereka faham islam harus netepi jamaah,,, mereka faham islam harus punya Amir, harus baiat, harus thoat, harus mastato’na…..
—–bisa antum semua lihat di kitab2 susunan syaikhul islam imam ibnu taimiah yang berjudul “Islam ahlussunnah wal jamaah”, syaikh imam al gozali dalam “tahafut el tahafutul falasifah”, syaikhul imam ibnul jauzi dalam “Talbisu Iblis”….. semua memaparkan secara jelas kewajiban kita sebagai ummat muslim menetapi al qur’an al hadist dan al jamaah,,, menetapi Imamah,,, menetapi baiah,,, menetapi At toah… menatapi Ta’alum bil musnad fil ilmi…..
Comment by hafidz — July 2, 2009 @ 2:22 am
Saudara-saudaraku salafi, bertobatlah kepada Alloh dengan sesungguhnya bertobat. Jangan memprovokasi dan memecah belah ummat islam untuk berperang dengan golongan yang berbeda, karena sesungguhnya islam itu adalah agama yang selalu menjaga perdamaian, kesantunan dan tidak mengadu domba. Amar ma’ruf bil hal dan menjaga lisan dengan ucapan yang baik dengan mengutamakan/menjaga persatuan ummat islam di Indonesia, kalau tidak bisa, maka DIAMLAH!!!
Comment by Agung Sujatmiko — July 1, 2009 @ 6:15 am
Saudara-saudaraku keluarlah kalian dari Islam Jamaah, pelajari dengan sungguh sisi pengambilan dalil pengkafiran islam jamaah terhadap kaum muslimin. Ikutilah ulama-ulama mekah dan medinah mereka lebih lurus manhajnya.
Comment by Kholil Asyary — June 30, 2009 @ 1:56 pm
Kalo kesalahan LDII adalah pada manhajnya, lantas minta dibubarkan, kemudian salafi jg menyalahkan dan mengecap ahli bid’ah, syirik dll pada semua golongan selain LDII, sampai pada golongan salafi sendiri saling memaki al kadzab dan maki2an kotor yg lain..
Berarti salafi mengecap seluruh aliran selain salafi adalah tdk benar dan sesat, apakah semua aliran di Indonesia minta dibubarkan juga? Apakah MUI sbg majelis terhormat ummat muslim di Indonesia jg akan minta dibubarkan oleh salafi?
Dengan demikian manakah yg sesat?? Menurut pikiran salafi atau MUI?? Insya Alloh kalian bisa memahami akan karakter salafi yg menggunakan dalil hanya utk senjata menyerang orang dan bukan utk beribadah yg menciptakan ketenangan, ketentraman dan kedamaian di dalam islam..
Comment by Agung Sujatmiko — June 29, 2009 @ 4:19 am
OTAK LU DMN WAHAI PARA SALAFI?????!!!!
Comment by viva 4 LDII — June 29, 2009 @ 3:45 am
ORG SALAFI ITU MENGANGGAP LDII ITU SESAT, TP KNP MEREKA MAU MENGAMBIL MABALIGH/OT DR LDII YAHH?????
ANEHH BUKAN?????
Comment by viva 4 LDII — June 29, 2009 @ 3:44 am
hikmah dari imam ahlus sunnah.pdf
http://www.4shared.com/file/82692791/c74a5c54/hikmah_dari_imam_ahlus_sunnah.html
Comment by by — June 26, 2009 @ 12:03 pm