LDII Watch

September 17, 2007

Kapan Waktunya Wajib Bai’at?

Filed under: LDII Watch — ldiiwatch @ 6:31 pm

Shalat subuh di lakukan pada saat subuh.

Puasa wajib salah satunya dilakukan pada bulan Ramadhan.

Zakat dikeluarkan jika sudah mencapai nishab.

Haji dilakukan jika sudah mampu.

Bai’at kepada pemimpin dilakukan jika …………

Cobalah isi titik-titik di atas sebagai jawaban Anda. Tuliskan jawaban Anda di bagian komentar artikel ini.

Update (13 July 2008 23:32 WIB)

Fasilitas komentar utk posting ini saya tutup, karena sudah berlebihan.

About these ads

975 Comments

  1. kusir nya beda jadi ribut. Org islam memang akan hancur akibat perpecahan antar umatnya sendiri.. Goblok tenan org LDII, SALAFY, FPI, MUI dll yg sok merasa benar! Mending amar makruf ke org non muslim.. Kl udah muslim ngapain direcokin?? Apa gak pada sadar kristenisasi itu lebih besar pengaruhnya bg org islam yg dibawah garis kemiskinan.. Relakah kalian?? Dasar bodoh! Sok tau dalil tp saling menghujat.. Hujjah dimana2 itu ya mencari pembenaran atas hujjahannya mskipun kita niat krn Allah. Ingat perbedaan tipis antara ilham Allah dan kesombongan manusia yg dibisikan setan utk membuat kita bangga diri krn kita benar dan yg lain menjadi salah.. masyaALLAH…. Ingatlah siapa musuh kita sebenarnya! Justifikasi manusia is nothing u stupid moslem!

    Comment by asu — July 13, 2008 @ 5:18 am

  2. Wah AJKK mas Yusendo atas amsolnya ngingetin sholat malem.

    Lebih baik begitu, daripada debat kusir.

    Comment by munajat — July 11, 2008 @ 11:21 pm

  3. Konsep keamiran yang dipahami oleh saudara kita Mauludin Al Hafidz sebenarnya tidak bertentangan dengan apa yang seharusnya dipraktekkan oleh saudara jamaah di LDII seandainya jamaah LDII lebih mengenal manhaj salaf dan akrab dengan ulama-ulama salaf semacam Syekh Abdul Azis ibni Abdillah bin Baz (Syekh Bin Baz rahimahullah) , Syekh Ibnu Utsaimin (Syekh Utsaimin rahimahullah) , Syekh Nashirudin Al Albani, Syekh Abu Abdurrahman Yahya bin Ali Al Hujury (Syekh Yahya rahimahullah, yang merupakan penerus dakwah salafiyyah Syekh Muqbil, yang beberapa ulama Indonesia semacam KH. Ja’far Umar Thalib dsb dikabarkan pernah berguru dengan Ma’had Syekh Muqbil di darul hadits di dammaj )

    Konsep keamiran yang ada di LDII adalah apa yang disebut sebagai Al-Imarratussughro, yaitu keamiran yang sifatnya berskala kecil yang merupakan sebuah tahapan yang dilakukan menuju akad pembai’atan yang integral (Al Imamah Uzhma).

    Sangat tidak tahu diri seandainya ada yang merasa bahwa kepemimpinan dalam LDII adalah Al Imamah Uzhma, atau bersikap seolah-olah pemimpin yang dibaiati adalah kepemimpinan yang terintegrasi, Al Jamaatu Muslimin dan hanya satu-satunya yang syah dan wajib dibaiati serta memenuhi kriteria antara lain mampu menegakkan hukum had, mempunyai wilayah kekuasaan, dsb

    Imarratussughro, Keamiran dalam skala kecil seperti yang dilakukan di LDII juga memiliki dasar hukum yang kuat sepanjang tidak dicampuri dengan pemahaman-pemahaman diluar manhaj salaf yang merusak akidah karena pengangkatan Immarratusghro adalah sebuah langkah yang mesti diwujudkan guna menuju kepemimpinan tertinggi dalam wilayah teritorial yang terintregrasi dalam kekhilafahan.

    Kepemimpinan dan pengaturan urusan manusia dan agama adalah masalah yang paling besar, bahkan agama dan dunia tidak akan tegak kecuali dengan kebersamaan untuk saling memenuhi kebutuhan sebagian terhadap kebutuhan sebagian yang lain, dan kebersamaan itulah yang mengharuskan adanya seorang pemimpin.

    Itulah kenapa Rosulullah SAW memerintahkan supaya mengangkat pemimpin untuk ditaati dalam kelompok kecil sekalipun semacam dalam perjalanan.

    Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya dari hadits Abdullah bin Amr sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Tidaklah dibenarkan bagi tiga orang yang berada pada sebuah padang di bumi kecuali mereka mengangkat pemimpin salah seorang di antara mereka”.

    Adapun landasan syariat dari kepemimpinan yang lain, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dari hadits Abu Said dan Abu Hurairah Marfu’ (yang tetap sanadnya sampai kepada Rasul): “Jika keluar tiga orang dalam sebuah perjalanan maka hendaklah mereka mengangkat pemimpin salah satunya. Dan bentuk permintaan dalam hadits adalah perintah sebab menggunakan ungkapan Fi’il Mudhari (kata kerja sekarang dan akan datang) dengan disertai Lamul Amr (Huruf Lam yang mengandung arti perintah) maka ia mengandung makna kewajiban.

    Ketaatan kepada pemimpin dengan syarat-syarat yang telah dikenal merupakan sebuah kewajiban dan menjadi bagian dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebab Allah menghendaki manusia senantiasa dalam koridor syariah dan keteraturan. Pembangkangan dalam nilai kebaikan akan mengakibatkan ketidakteraturan dan kekacauan.
    Kepemimpinan tanpa nilai ketaatan akan kehilangan makna dan manfaat, sebab ia dimaksudkan untuk mengatur urusan manusia dengan cara yang teratur dan penuh ketertiban, dan hal ini tidak akan tetegak kecuali diatas landasan dasar-dasar syariat.
    Baiat wajib dipenuhi tatkala dalam kelompok tersebut bertujuan untuk menegakkan syariat Allah dan jauh dari hal-hal yang dilarang. Baiat menjadi hal yang sangat penting karena hal ini menguatkan, mewajibkan dan mengokohkan agar jamaah muslim dalam kelompok tersebut untuk memenuhi perintah Allah dan Rosulnya. Sebagaimana difahami bahwa janji bagi kaum muslimin adalah kewajiban yang harus dijaga dalam segala hal.

    “Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh ALLAH SWT pada Hari Kiamat… dan orang yang telah mem-bai’at seorang Imam lalu jika Imam itu memberi kepadanya maka iapun setia dan jika Imam itu tidak memberinya maka iapun tidak setia kepadanya. [HR Al-Bukhari, V/9]

    “Barangsiapa yang meninggal dan di lehernya tidak ada bai’ah maka ia mati dalam keadaan Jahiliyyah. [HR Muslim, III/1478, Imam Nawawi mengatakan yang dimaksud dengan mati jahiliyyah adalah seperti kondisi kaum jahiliyyah yaitu tidak memiliki Imam]

    Semoga kita senantiasa diberi petunjuk Allah untuk memahami yang haq dan yang bathil senantiasa bersikap tawadhu, jauh dari sifat takabur, takfir, meremehkan orang lain, menghabiskan waktu hidup untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, serta jauh dari melalaikan sunah-sunah Rosulullah. Amin

    Beberapa nasihat ulama2 salaf bisa diakses dalam video sbb:

    Syekh Bin baz RA http://youtube. com/watch? v=74IaMu5- yiU

    Syekh Uthaimin http://youtube. com/watch? v=tL3Y8pSo8k4&feature=related

    Syekh yahya bin Ali http://youtube. com/watch? v=HBPDiS6AsyU

    Comment by perdana lx — July 11, 2008 @ 4:10 pm

  4. hemm, bkn mslh takut ama MUI/BIN, esensinya ane hanya ingin mengatakan LDII gak usah ber FBBL, krn itu artinya ama dgn boong/budi asor. Kalo ngomong takut, ktnya sebagai mns hrsnya hanya takut ama Alloh SWT.
    Pernyataan ente menyejukan hati dlm mengingatkan sholat malam, berdoa n mengingatkan mengenai mati n lbh menyejukan hati lg kalo ente menganggap umat islam selain IJ 354 yg tdk bai’at imam ente jg bkn ahli kitab/org kafir.. sukron jg ajkk..
    Comment by sudrajat — July 10, 2008 @ 11:32 pm
    >>>amiin mas…

    - Sebenarnya simple saja koq, kalau memang anda anggap QHJ 354 ala LDII barang haq, silahkan sedikit telaah,apakah takfir yang di amalkan baik terang terangan mauapun secara bithonah oleh LDII adalah barang haq?
    - Kalau anda punya “pembenaran” bahwa takfir adalah akibat dari babad alas, apakah periode cak Azis ini masih anda anggap babad alas juga?? kalau tidak, apakah paham takfir sudah di revisi oleh IJ, dan sudah di jadikan sebagai salah sati aqidah yang harus di betulkan oleh Imam Cak Asiz dan wakil wakilnya?
    mudah mudahan anda fokus dalam membaca dan menanggapi iraian saya ini
    Comment by handoko — July 11, 2008 @ 1:22 am

    >>>utk mas Handoko sya gak mau jawab krn insyaALLAH meskipun sya jawab sampeyan ya gak bs menerima jawaban sya..wong sya gak nyari pembenaran dr sampeyan dgn mengedepankan argumen sya yg hanya bs mangkul, yg org2 salafi indonesia anggap konyol n pembodohan dlm kita.. mungkin sampeyan mmg murni salafi indo (bukan ex-kita) jadi update ijtihad gak tau…ya emg bkn utk sampeyan mas wong sampeyan g punya imam tho…ya nti smoga nabi Muhammad SAW mau menerima sampeyan di belakangnya (di barisannya langsung) ketika sudah kiamat dimana kita saling berbaris…

    >>>untuk mas perdana |x >>> dg statement itu brarti bai’ah itu sah kan? atau harom kah? smoga saudara2 salafi indonesia membai’ah seseorg yg mnurut kalian SEMPURNA…
    benar syaih yahya berkata demikian….sekarang sampeyan bayangkan mas…kalo pak Nurhasan yg dianggap GOBLOK, DAJJAL UCUL, AHLI SIHIR dll itu mengajak musyawaroh……apa kata dunia????!!! wkakakaa
    apalagi mufakat??? kudu ngguyu aku :)) sekarang mas, ketika nabi belum wafat aja (hampir mati) sudah timbul riak2 agama (perselisihan n fitnah), ingat tho dmn para sohabat bertengkar ketika nabi nglindur sblm wafat….ada yg bilang nglindur…ada yg bilang wasiat… (setelah n wasiat “taroktufikum amroin lantadilu mata masaktum bihima kitabillahi wa sunnatin nabiyi” kan nabi mau ngendiko lagi tp para sohabat keburu tukaran n diusir keluar semua)… lha awan aja gelap menandakan jaman setelah nabi akan penuh perselisihan n fitnah..
    jadi skali lg mas….bagaimana mungkin pak Nurhasan sing uaneh itu bisa ngajak musyawaroh….wong ngaji aja mereka belum…salah siapa salafi indonesia belum ada waktu itu….kalo salafi indonesia kan pinter2..hapal hadits dsb… kalo ulama NU waktu itu? jaman segitu mas…..sampeyan tau sendiri tho mas….orang perempuan berkerudung aja dianggap aneh jaman segitu…. piye tho sampeyan… lagian pa Nurhasan gak pernah mau jadi imam…yg ngangkat ya murid2nya di indonesia….
    btw, saya sangat sueneng salafi indonesia mengoreksi kita, perhatian, mengajak kita kekebaikan…tp smoga niatnya tulus dan tidak menjatuhkan (ingat Allah gak suka org yg sombong)…hanya kalian dan ALLAH yg tau…

    ________________
    “JANGAN BERDEBAT, debat itu tidak menyatakan kebenaran, belum tentu yang menang debat itu bener dan belum tentu yang kalah debat salah. jama’ah tidak dikembangkan dengan cara berdebat tapi mengaji. KITA tidak mengambil berdebat sebagai cara untuk mendapatkan, menerima, memberikan kepahaman agama.” bagi orang jama’ah yang menganggap ini perintah maksiat ya jangan dilaksanakan….bagi yang menganggap ini tidak maksiat ya dilaksanakan sak pol kemampuan.. semoga ALLAH memberi berkah ups! BAROKAH.. :D

    oya sekedar mengingatkan lagi, jangan lupa sholat dan doa malam…semoga kita mati dalam keadaan beribadah bukan dalam keadaan memperdebatkan KEYAKINAN..
    sukron, jazakALLAHUkhoiro..

    Comment by yusendo — July 11, 2008 @ 4:03 pm

  5. apa yang dimaksud Amir oleh kalangan ulama salaf seperti yang dimaksud dibawah ini adalah Al Imamu Uzhma, yang mempunyai kekuasaan, wilayah dan sanggup menjalankan syariat Islam

    Dalam perjalanan generasi salafusholih, pernah terjadi beberapa peristiwa dimana kaum muslimin berbaiat kepada selain Imamah Uzhma, antara lain sbb :

    1. Sebagian kaum muslimin mem-bai’ah Mu’awiyah – semoga ALLAH meridhoinya – saat Ali bin Abi Thalib – semoga ALLAH meridhoinya – masih menjabat sebagai khalifah yang sah [Usud Al-Ghabah, Ibnul Atsir, I/113], dan hal ini tidak diingkari oleh Nabi – semoga shalawat & salam selalu tercurah pada beliau – [HR Muslim, VII/168].

    2. Bahkan sebagian Ulama yang tajam bashirahnya, menyatakan bahwa terdapat hikmah besar dari peristiwa peperangan di masa Ali – semoga ALLAH meridhoinya – karena dengan keluhuran & keluasan ilmunya sebagai sahabat generasi pertama kita dapat meletakkan dasar-dasar & kaidah-kaidah syariat yang amat berharga tentang jika terjadi perselisihan antara 2 kelompok kaum muslimin serta hukum-hukum fiqh di sekitar peperangan antara sesama Ahli Kiblat [At-Tamhid fi Ar-Radd ‘alal Mulhidah, Al-Baqillani, hal. 229].

    3. Sebagian kaum muslimin juga mem-bai’ah Yazid bin Mu’awiyah, sementara sebagiannya mem-bai’ah Al-Husein bin Ali – semoga ALLAH meridhoinya.

    4. Kaum muslimin mem-bai’ah para tokoh selain Khalifah, seperti yang dilakukan oleh qabilah Nakha’i terhadap Al-Asytar, menjelang perang Shiffin [HR Ibnu Abi Syaibah & Al-Hakim, dari Umar bin Sa’id An-Nakha’i].

    5. Sebagian kaum muslimin juga mem-bai’ah Al-Hasan bin Ali – semoga ALLAH meridhoinya – di masa pemerintahan Mu’awiyyah – semoga ALLAH meridhoinya – masih berkuasa, dan tidak diingkari oleh para shahabat yang lainnya – semoga ALLAH meridhoinya. Dan Nabi – semoga shalawat & salam selalu tercurah pada beliau – menamakan kedua kelompok tersebut keduanya muslim, sebagaimana dalam sabdanya: “Cucuku ini adalah pemimpin pemuda Ahli Syurga, semoga ALLAH mendamaikan 2 kelompok kaum muslimin yang berselisih melalui dirinya. [HR Al-Bukhari, VIII/94]”

    Comment by perdana lx — July 11, 2008 @ 2:21 pm

  6. Saya jadi ingat kembali dialog antara P. Kholil dengan Syaikh Yahya bin utsman, yaitu pertanyaan:

    Ketika tidak ada orang quraisy apakah sah mengangkat keimaman atas seorang laki-laki yang bukan quraisy?

    Jawabab Syaih Yahya::

    ،  نَعَمْ لأَنَّ النَّبِيَّ قَالَ : اسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا وَلَوْ عَبْدًا حَبَشِيًّا مُجَدَّعَ اْلأَطْرَافِ . إِذَا اتَّفَقَ الْمُسْلِمُوْنَ عَلَى مُبَايَعَتِهِ وَجَبَ اْلإِجْتِمَاعُ عَلَى ذلِكَ وَالسَّمْعُ وَالطَّاعَةُ .
    .

    Benar, karena sesungguhnya nabi sholallahu alaihi wasalam bersabda : “mendengarkanlah dan taatlah kalian walaupun pada budak habsy yang lepra tangannya”. Ketika telah umat muslim telah BERMUFAKAT atas pembaiatannya, maka wajib ijtima’ (mufakat) atas demikian itu, taat dan mendengarkan.

    Selama ini kelihatnnya ada yang luput dari penelaahan kita (lebih tepatnya saya) ketika sebagian dari kita menggunakan dialog ini sebagai legitimasi keabsahan jamaah QHJ354 ,kalau kita cermati dari jawaban beliau di atas, kita dapatkan sebuah syarat bahwa perlunya sebuah kemufakatan dari umat muslim (dalam kalimat “idzat-tafaqol muslimiina…..”) dalam pembaiatan seorang amir untuk menjadi pemimpin kaum muslim yang ditaati,

    Comment by perdana lx — July 11, 2008 @ 2:19 pm

  7. apakah takfir yang di amalkan baik terang terangan mauapun secara bithonah oleh LDII adalah barang haq?

    jwb: anda tau pertama kali yg berbuat takfir di tubuh LDII dulu itu siapa? dan dimana dia sekarang?

    Kalau anda punya “pembenaran” bahwa takfir adalah akibat dari babad alas, apakah periode cak Azis ini masih anda anggap babad alas juga?? kalau tidak, apakah paham takfir sudah di revisi oleh IJ,

    jwb: Insya Allah sudah, dan kita akan lihat hasilnya di masa2 yg akan datang. Ya jelas hal ini tidak spt membalikkan telapak tangan. Doakan saja, jika anda tdk termasuk warga LDII, mohon janganlah anda2 mengganggu ibadah kami. Seperti kami tak pernah mengganggu anda2 sekaliyan.

    dan sudah di jadikan sebagai salah sati aqidah yang harus di betulkan oleh Imam Cak Asiz dan wakil wakilnya?

    jwb: LDII tidak ada istilah imam. Yang ada hanya ketua umum dan pejabat 2 organisasi yg terstruktur rapi selayaknya ormas biasa.

    Boleh saya balik bertanya? anda semua disini yg kelihatannya tau sekali LDII, condong kepada bentuk islam yg bagaimana saat ini? jika keberatan menunjuk salah satu harakah silahkan pada salah satu atau bbp manhaj. Intinya saya mau tau dengan siapa saya bicara. Terima kasiih.

    ukhti laila yg saya hormati

    gmn caranya amal makruf pada orang yang tdk jamaah?

    jwb: amar makruf tdk cuma membutuhkan keberanian berbicara soal agama, tapi juga butuh kesabaran extra. Jangan lupa doa yg banyak. Akeh akeh kata org Jawa sana.

    Comment by Habiburrahman — July 11, 2008 @ 7:38 am

  8. gmn caranya amal makruf pada orang yang tdk jamaah?

    Comment by laila — July 11, 2008 @ 5:45 am

  9. Mas Yusendo di 928,

    - Sebenarnya simple saja koq, kalau memang anda anggap QHJ 354 ala LDII barang haq, silahkan sedikit telaah,apakah takfir yang di amalkan baik terang terangan mauapun secara bithonah oleh LDII adalah barang haq?

    - Kalau anda punya “pembenaran” bahwa takfir adalah akibat dari babad alas, apakah periode cak Azis ini masih anda anggap babad alas juga?? kalau tidak, apakah paham takfir sudah di revisi oleh IJ, dan sudah di jadikan sebagai salah sati aqidah yang harus di betulkan oleh Imam Cak Asiz dan wakil wakilnya?

    mudah mudahan anda fokus dalam membaca dan menanggapi iraian saya ini

    Comment by handoko — July 11, 2008 @ 1:22 am

  10. hemm, bkn mslh takut ama MUI/BIN, esensinya ane hanya ingin mengatakan LDII gak usah ber FBBL, krn itu artinya ama dgn boong/budi asor. Kalo ngomong takut, ktnya sebagai mns hrsnya hanya takut ama Alloh SWT.
    Pernyataan ente menyejukan hati dlm mengingatkan sholat malam, berdoa n mengingatkan mengenai mati n lbh menyejukan hati lg kalo ente menganggap umat islam selain IJ 354 yg tdk bai’at imam ente jg bkn ahli kitab/org kafir.. sukron jg ajkk..

    Comment by sudrajat — July 10, 2008 @ 11:32 pm

  11. kalo tau emang kenapa? apa kita jadi takut? seandainya patokan “takut” didunia itu ada ya ngapain takut sama MUI…mending takut sama BIN! ingat wahai saudaraku…..salafi indonesia dianggap OTB (organisasi tanpa bentuk) leh BIN.. tapi kalo memang kalian benar (dimata Allah) n dilindungi oleh Allah ya jangan takut…meskipun BIN itu bisa melakukan hampir apapun di indonesia ini…(bahkan menghalalkan membunuh demi keutuhan NKRI)..
    nb: perjuangan salafi indonesia jangan2 meniru Nur Hasan yang kalian anggap bodoh dan tukang tipu, pada waktu dia datang di jawa dengan perjuangan “babad alas”nya hingga sampai timbul ucapan “kalo saya kalah potong leher saya!!”… zaman itu sudah terlewatkan bagi kita wahai saudaraku….sekarang orang sudah bisa menilai.. dengan banyaknya fitnahan dan respond yang negative dari ex-kita atau pembenci kita, ternyata eh ternyata, ada yang ingin tahu n coba2 mengaji ala QHJ, lha koq ternyata Allah paring hidayah seperti kita…
    HANYA ALLAH YANG TAHU, jalan sudah ada tinggal kita memilih yang mana
    ________________
    “JANGAN BERDEBAT, debat itu tidak menyatakan kebenaran, belum tentu yang menang debat itu bener dan belum tentu yang kalah debat salah. jama’ah tidak dikembangkan dengan cara berdebat tapi mengaji. KITA tidak mengambil berdebat sebagai cara untuk mendapatkan, menerima, memberikan kepahaman agama.” bagi orang jama’ah yang menganggap ini perintah maksiat ya jangan dilaksanakan….bagi yang menganggap ini tidak maksiat ya dilaksanakan sak pol kemampuan.. semoga ALLAH memberi berkah ups! BAROKAH.. :D

    oya sekedar mengingatkan lagi malam ini malam jum’at, jangan lupa sholat dan doa malam…semoga kita mati dalam keadaan beribadah bukan dalam keadaan memperdebatkan KEYAKINAN..
    sukron, jazakALLAHUkhoiro..

    Comment by yusendo — July 10, 2008 @ 2:48 pm

  12. Di antara karakateristik ahli bid’ah dari masa ke masa bahwasanya mereka selalu mencela dan mencoreng citra Ahli Sunnah wa Jama’ah untuk menjatuhkan umat dari al-haq. Al-Imam Abu Hatim Ar-Razi berkata : “Ciri ahli bid’ah adalah mencela ahli atsar’ (Ahlu Sunnah hlm. 24). Al-Imam Abu Utsman Ash-Shobuni rahimahullah berkata : “Tanda yang paling jelas dari ahli bid’ah adalah kerasnya permusuhan mereka kepada pembawa sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka melecehkan dan menghina ahli Sunnah dan menamakan ahli Sunnah dengan Hasyawiyah, Jahalah, Dhohiriyyah, dan Musyabbihah” [Aqidah Salaf Ashabul Hadits, hlm. 116]
    http://www.almanhaj.or.id/content/2391/slash/0

    Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
    NASEHAT BAGI PARA DA’I SALAFI/pengikut salaf
    http://www.almanhaj.or.id/content/2316/slash/0

    Comment by antok — July 10, 2008 @ 2:58 am

  13. sy kira org yg membaca dimilis ini n membaca di islam_jamaah yahoogroups, tdk bs diboongi n akan th kaitanya antara IJ n LDII, aplg org yg msh diLDII dan ex LDII. semua org akan th bhw LDII itu adlh bajunya IJ yg dulunya namanya LEMKARI, n maklum cr2 yg dipake LDII utk menutupi/melindungi IJ, dgn berbagai mcm cara bahkan kalo perlu dgn cr sumpah sgl dimuka MUI. Apakah LDII menganggap MUI tdk th akan hal ini..??.

    Comment by sudrajat — July 10, 2008 @ 2:54 am

  14. mungkin tambahan menopang abu hammam komen 922
    Wahai Mujahidin (Catatan Untuk Buletin Shoutul Jihad) – ‘Abdurrahman Thayib, Lc

    http://abusalma.wordpress.com/?s=Wahai+Mujahidin+%28Catatan+Untuk+Buletin+Shoutul+Jihad%29+-+%E2%80%98Abdurrahman+Thayib%2C+Lc
    adpun mereka yang mengatas namakan salafy maka saya tidak membicarakan disini tidak akan ada habisnya,ingat bagaimanapun penyimpangan yang menisbatkan diri kepada manhaj salaf tidak akan mengurangi sedikitpun kemulian manhaj Salaf

    Comment by hambaAlloh — July 10, 2008 @ 2:47 am

  15. 922,

    hihihihi….semakin ketahuan khas LDII-nya,mutar muter ga jelas…hehehe.

    Comment by handoko — July 10, 2008 @ 1:19 am


RSS feed for comments on this post.

Sorry, the comment form is closed at this time.

The Shocking Blue Green Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: