LDII Watch

July 13, 2008

[Kliping] Keamiran H. Mauludin, Cak Azis dan Ulama Salaf

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII, Kliping Artikel Pro LDII — ldiiwatch @ 4:49 pm

Sumber: Milis islam-jamaah@yahoogroups.com
Ditulis oleh: Ahmad Agung <bagaskara_354@********>, 2 Juli 2008

Keamiran H.Mauludin, Cak Azis dan Ulama Salaf

Konsep keamiran yang dipahami oleh saudara kita Mauludin Al Hafidz sebenarnya tidak bertentangan dengan apa yang seharusnya dipraktekkan oleh saudara jamaah di LDII seandainya jamaah LDII lebih mengenal manhaj salaf dan akrab dengan ulama-ulama salaf semacam Syekh Abdul Azis ibni Abdillah bin Baz (Syekh Bin Baz rahimahullah), Syekh Ibnu Utsaimin (Syekh Utsaimin rahimahullah), Syekh Nashirudin Al Albani, Syekh Abu Abdurrahman Yahya bin Ali Al Hujury (Syekh Yahya rahimahullah, yang merupakan penerus dakwah salafiyyah Syekh Muqbil, yang beberapa ulama Indonesia semacam KH. Ja’far Umar Thalib dsb dikabarkan pernah berguru dengan Ma’had Syekh Muqbil di darul hadits di dammaj )

Konsep keamiran yang ada di LDII adalah apa yang disebut sebagai Al-Imarratussughro, yaitu keamiran yang sifatnya berskala kecil yang merupakan  sebuah tahapan yang dilakukan menuju akad pembai’atan yang integral (Al Imamah Uzhma).

Sangat tidak tahu diri seandainya ada yang merasa bahwa kepemimpinan dalam LDII adalah Al Imamah Uzhma, atau bersikap seolah-olah pemimpin yang dibaiati adalah kepemimpinan yang terintegrasi, Al Jamaatu Muslimin dan hanya satu-satunya yang syah dan wajib dibaiati serta memenuhi kriteria antara lain mampu menegakkan hukum had, mempunyai wilayah kekuasaan, dsb
Imarratussughro, Keamiran dalam skala kecil seperti yang dilakukan di LDII juga memiliki dasar hukum yang kuat sepanjang tidak dicampuri dengan pemahaman-pemahaman diluar manhaj salaf yang merusak akidah karena pengangkatan Immarratusghro adalah sebuah langkah yang mesti diwujudkan guna menuju kepemimpinan tertinggi dalam wilayah teritorial yang terintregrasi dalam kekhilafahan.

Kepemimpinan dan pengaturan urusan manusia dan agama adalah masalah yang paling besar, bahkan agama dan dunia tidak akan tegak kecuali dengan kebersamaan untuk saling memenuhi kebutuhan sebagian terhadap kebutuhan sebagian yang lain, dan kebersamaan itulah yang mengharuskan adanya seorang pemimpin.

Itulah kenapa Rosulullah SAW memerintahkan supaya mengangkat pemimpin untuk ditaati dalam kelompok kecil sekalipun semacam dalam perjalanan.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya dari hadits Abdullah bin Amr sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Tidaklah dibenarkan bagi tiga orang yang berada pada sebuah padang di bumi kecuali mereka mengangkat pemimpin salah seorang di antara mereka”.

Adapun landasan syariat dari kepemimpinan yang lain, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dari hadits Abu Said dan Abu Hurairah Marfu’ (yang tetap sanadnya sampai kepada Rasul): “Jika keluar tiga orang dalam sebuah perjalanan maka hendaklah mereka mengangkat pemimpin salah satunya. Dan bentuk permintaan dalam hadits adalah perintah sebab menggunakan ungkapan Fi’il Mudhari (kata kerja sekarang dan akan datang) dengan disertai Lamul Amr (Huruf Lam yang mengandung arti perintah) maka ia mengandung makna kewajiban.

Ketaatan kepada pemimpin dengan syarat-syarat yang telah dikenal merupakan sebuah kewajiban dan menjadi bagian dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebab Allah menghendaki manusia senantiasa dalam koridor syariah dan keteraturan. Pembangkangan dalam nilai kebaikan akan mengakibatkan ketidakteraturan dan kekacauan.

Kepemimpinan tanpa nilai ketaatan akan kehilangan makna dan manfaat, sebab ia dimaksudkan untuk mengatur urusan manusia dengan cara yang teratur dan penuh ketertiban, dan hal ini tidak akan tetegak kecuali diatas landasan dasar-dasar syariat.

Baiat wajib dipenuhi tatkala dalam kelompok tersebut bertujuan untuk menegakkan syariat Allah dan jauh dari hal-hal yang dilarang. Baiat menjadi hal yang sangat penting karena hal ini menguatkan, mewajibkan dan mengokohkan agar jamaah muslim dalam kelompok tersebut untuk memenuhi perintah Allah dan Rosulnya. Sebagaimana difahami bahwa janji bagi kaum muslimin adalah kewajiban yang harus dijaga dalam segala hal.

“Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh ALLAH SWT pada Hari Kiamat… dan orang yang telah mem-bai’at seorang Imam lalu jika Imam itu memberi kepadanya maka iapun setia dan jika Imam itu tidak memberinya maka iapun tidak setia kepadanya. [HR Al-Bukhari, V/9]

“Barangsiapa yang meninggal dan di lehernya tidak ada bai’ah maka ia mati dalam keadaan Jahiliyyah. [HR Muslim, III/1478, Imam Nawawi mengatakan yang dimaksud dengan mati jahiliyyah adalah seperti kondisi kaum jahiliyyah yaitu tidak memiliki Imam]

Semoga kita senantiasa diberi petunjuk Allah untuk memahami yang haq dan yang bathil senantiasa bersikap tawadhu, jauh dari sifat takabur, takfir, meremehkan orang lain, menghabiskan waktu hidup untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, serta jauh dari  melalaikan sunah-sunah Rosulullah. Amin

Beberapa nasihat ulama2 salaf bisa diakses dalam video sbb:

Syekh Bin baz RA http://youtube.com/watch?v=74IaMu5-yiU
Syekh Uthaimin http://youtube.com/watch?v=tL3Y8pSo8k4&feature=related
Syekh yahya bin Ali http://youtube.com/watch?v=HBPDiS6AsyU

About these ads

1,891 Comments »

  1. JAMAAH itu wadah, praktekx menetapi JAMAAH ya berAMIR,BAIAT..
    tetapi blum tentu org di dlamnya JAMAAH, coba saudara2ku resapi kata2 sy ini ‘”WADAHNYA JAMAAH belum tentu ORANGNYA JAMAAH”” koreksi diri masing2 klo sdh merasa jamaah…?? alhamduliilahi jaza kumullahu khoiro

    Comment by ichsan nurhadi — January 21, 2014 @ 10:39 am

  2. kita buktikan, siapa yg akan menangis dihadapan alloh kelak, anda tdk suka dg keamiran kami? silahkan, yg penting amir kami paling awal ada kalimat baiat dibumi nusantara, cb tanyakan pd imam antum, jgn sampai surat ibrohim ayat 21 menimpa kalian, yg akan menyesal krn dibohongi pemimpin kalian.

    Comment by Tono San — December 22, 2013 @ 5:05 am

  3. Seteleh mengikuti Salaf nya mauludin kok ane makin binggung yeee, ngaji isinya bedah buku, bedah blog, bedah ini itu sampe2 bedah2 aliranLDII ….ini sbenrnya mau ngaji yg tujuannya buat memberikan kecintaan kepada Alloh swt tapi hasilnya malah sebaliknya kebencian kepada golongan lain misalnya NU Muhamdiyah dll, ini kah perjuangan mu para salep? lebih baik masng2 ngurus ibadahnya ajalah dan yg kedua mungkin saat ini banyak orang yg mengira ngaji di salap paling pool padahal seteleh kita masuk salep teryata kita ibarat perahu yg tenang malah kembali terombang ambing kesana kemari karena apa?? krn si salap pun merasa mereka paling bener paling paham paling nomer satu, nara sumbernya aja suka nulis yg hanya mengkritik Golongan lain lihat aja kan gimana Hartono Jais, Adam, Mauludin, hingga banyak lainnya. itulah kalo sdh mereasa paling bener, padahal kebenran nya dari Allloh….Sukron. Jkh

    Comment by Bulan Bintang — December 8, 2013 @ 8:54 am

  4. hai kaum muslim,,saudaraku yang ber-iman dan bertaqwa: mari ikuti prosedur jalan masuk surga selamat dari neraka: yang dimaksud hidayah Alloh adalah agama islam, berdasarkan AlQuran dan Al Hadist,Berbentuk wadah Berjamaah, Punya program yg jelas dan konsisten yaitu 5 M program ( Mengaji,Mengamal, Membela, Menyambung, Mentaati ), diikat dgn 4 taii Keimanan ( Bersyukur,Berdoa,Ber-sungguh2, Menga gungkan), Dengan niat karena Alloh, dan SABAR sampai MATI,ajzkhr

    Comment by Fathur Rochman — July 18, 2013 @ 12:34 pm

  5. Oke…
    Sekarang kita tahu…mankul ayat ayat alquran dan hadist.
    Artinya…mubalikh jgn sok tahu…
    Misal….pengulangan kalimat “..sebagai tanda/ayat..” kalimat itu di ulang-ulang kepada jamaah/lagi trendy…kemudian
    dibeberkan…kejadian misal…kaum luth..musa..
    bahkan…tsunami aceh…gempa yogya…haiti.jepang..bahkan lumpur lapindo (lah ldii yg terkena ngamuk ntar, dianggap kafir) dll..
    Padahal …. kata tanda/ayat..tidak dijelaskan maksudnya…
    sok tahu…apa tidak tahu…..atau “demen merusak kalau
    dunia hancur lebur..” (berarti diri sendiri dajjal)
    sehingga bahkan sampai dajjal kelihatan.
    Artinya mubalikh harusnya menerangkan….misal
    dengan nama Allah (kesepakatan agama agama islam, kristen, yahudi, sikh, dll ttg panggilan Tuhan) Maha Pengasih Maha Penyayang.
    Kemudian diterangkan…maksudnya…Allah itu pengasih
    sama semua manusia tapi belum tentu semua manusia disayangi.
    Jadi ….tanda/ayat….bukan berarti (merusak/dajjal/yajuj majuj)…suka sekali mubalikh kalau dunia kiamat/orang disiksa sebab dirinya
    miskin? tidak seperti para anniyah/orang kaya? sorry bro nyindir.

    Comment by ipbldii — March 12, 2013 @ 6:43 am

  6. YA YA YA intinya u gak puassss lhoooo ldii jaya thoooooo….gitu aja kok repot….bilang aja iri…..smpe mati dipikiri dadi medi…iiiiiighilhaniiii

    Comment by Fajar Arianto — August 7, 2011 @ 12:17 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: