LDII Watch

July 13, 2008

[Kliping] Keamiran H. Mauludin, Cak Azis dan Ulama Salaf

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII, Kliping Artikel Pro LDII — ldiiwatch @ 4:49 pm

Sumber: Milis islam-jamaah@yahoogroups.com
Ditulis oleh: Ahmad Agung <bagaskara_354@********>, 2 Juli 2008

Keamiran H.Mauludin, Cak Azis dan Ulama Salaf

Konsep keamiran yang dipahami oleh saudara kita Mauludin Al Hafidz sebenarnya tidak bertentangan dengan apa yang seharusnya dipraktekkan oleh saudara jamaah di LDII seandainya jamaah LDII lebih mengenal manhaj salaf dan akrab dengan ulama-ulama salaf semacam Syekh Abdul Azis ibni Abdillah bin Baz (Syekh Bin Baz rahimahullah), Syekh Ibnu Utsaimin (Syekh Utsaimin rahimahullah), Syekh Nashirudin Al Albani, Syekh Abu Abdurrahman Yahya bin Ali Al Hujury (Syekh Yahya rahimahullah, yang merupakan penerus dakwah salafiyyah Syekh Muqbil, yang beberapa ulama Indonesia semacam KH. Ja’far Umar Thalib dsb dikabarkan pernah berguru dengan Ma’had Syekh Muqbil di darul hadits di dammaj )

Konsep keamiran yang ada di LDII adalah apa yang disebut sebagai Al-Imarratussughro, yaitu keamiran yang sifatnya berskala kecil yang merupakan  sebuah tahapan yang dilakukan menuju akad pembai’atan yang integral (Al Imamah Uzhma).

Sangat tidak tahu diri seandainya ada yang merasa bahwa kepemimpinan dalam LDII adalah Al Imamah Uzhma, atau bersikap seolah-olah pemimpin yang dibaiati adalah kepemimpinan yang terintegrasi, Al Jamaatu Muslimin dan hanya satu-satunya yang syah dan wajib dibaiati serta memenuhi kriteria antara lain mampu menegakkan hukum had, mempunyai wilayah kekuasaan, dsb
Imarratussughro, Keamiran dalam skala kecil seperti yang dilakukan di LDII juga memiliki dasar hukum yang kuat sepanjang tidak dicampuri dengan pemahaman-pemahaman diluar manhaj salaf yang merusak akidah karena pengangkatan Immarratusghro adalah sebuah langkah yang mesti diwujudkan guna menuju kepemimpinan tertinggi dalam wilayah teritorial yang terintregrasi dalam kekhilafahan.

Kepemimpinan dan pengaturan urusan manusia dan agama adalah masalah yang paling besar, bahkan agama dan dunia tidak akan tegak kecuali dengan kebersamaan untuk saling memenuhi kebutuhan sebagian terhadap kebutuhan sebagian yang lain, dan kebersamaan itulah yang mengharuskan adanya seorang pemimpin.

Itulah kenapa Rosulullah SAW memerintahkan supaya mengangkat pemimpin untuk ditaati dalam kelompok kecil sekalipun semacam dalam perjalanan.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya dari hadits Abdullah bin Amr sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Tidaklah dibenarkan bagi tiga orang yang berada pada sebuah padang di bumi kecuali mereka mengangkat pemimpin salah seorang di antara mereka”.

Adapun landasan syariat dari kepemimpinan yang lain, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dari hadits Abu Said dan Abu Hurairah Marfu’ (yang tetap sanadnya sampai kepada Rasul): “Jika keluar tiga orang dalam sebuah perjalanan maka hendaklah mereka mengangkat pemimpin salah satunya. Dan bentuk permintaan dalam hadits adalah perintah sebab menggunakan ungkapan Fi’il Mudhari (kata kerja sekarang dan akan datang) dengan disertai Lamul Amr (Huruf Lam yang mengandung arti perintah) maka ia mengandung makna kewajiban.

Ketaatan kepada pemimpin dengan syarat-syarat yang telah dikenal merupakan sebuah kewajiban dan menjadi bagian dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebab Allah menghendaki manusia senantiasa dalam koridor syariah dan keteraturan. Pembangkangan dalam nilai kebaikan akan mengakibatkan ketidakteraturan dan kekacauan.

Kepemimpinan tanpa nilai ketaatan akan kehilangan makna dan manfaat, sebab ia dimaksudkan untuk mengatur urusan manusia dengan cara yang teratur dan penuh ketertiban, dan hal ini tidak akan tetegak kecuali diatas landasan dasar-dasar syariat.

Baiat wajib dipenuhi tatkala dalam kelompok tersebut bertujuan untuk menegakkan syariat Allah dan jauh dari hal-hal yang dilarang. Baiat menjadi hal yang sangat penting karena hal ini menguatkan, mewajibkan dan mengokohkan agar jamaah muslim dalam kelompok tersebut untuk memenuhi perintah Allah dan Rosulnya. Sebagaimana difahami bahwa janji bagi kaum muslimin adalah kewajiban yang harus dijaga dalam segala hal.

“Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh ALLAH SWT pada Hari Kiamat… dan orang yang telah mem-bai’at seorang Imam lalu jika Imam itu memberi kepadanya maka iapun setia dan jika Imam itu tidak memberinya maka iapun tidak setia kepadanya. [HR Al-Bukhari, V/9]

“Barangsiapa yang meninggal dan di lehernya tidak ada bai’ah maka ia mati dalam keadaan Jahiliyyah. [HR Muslim, III/1478, Imam Nawawi mengatakan yang dimaksud dengan mati jahiliyyah adalah seperti kondisi kaum jahiliyyah yaitu tidak memiliki Imam]

Semoga kita senantiasa diberi petunjuk Allah untuk memahami yang haq dan yang bathil senantiasa bersikap tawadhu, jauh dari sifat takabur, takfir, meremehkan orang lain, menghabiskan waktu hidup untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, serta jauh dari  melalaikan sunah-sunah Rosulullah. Amin

Beberapa nasihat ulama2 salaf bisa diakses dalam video sbb:

Syekh Bin baz RA http://youtube.com/watch?v=74IaMu5-yiU
Syekh Uthaimin http://youtube.com/watch?v=tL3Y8pSo8k4&feature=related
Syekh yahya bin Ali http://youtube.com/watch?v=HBPDiS6AsyU

About these ads

1,891 Comments »

  1. lha wahabi mengkafirkan umat islam lain manqulan dari siapa ya??
    saya baca situs-situs lain syeh Abdul wahab itu mengkafirkan umat islam lain bahkan kakaknya syeh sulaiman juga dikafirkannya

    Comment by crut — March 17, 2009 @ 10:16 am

  2. QsetUju Ma Coment dari Mas ferdara wezZZZ podho gobloke gak Usah engkel2an garai kuping panas aeEEE …… wez to ndang podho tobat. PERSIK LOVERSSSS

    Comment by aRdan4 — March 17, 2009 @ 7:59 am

  3. PoDhoO GOBLOExKE G’Uusah Kakeen cangkem. . . wez to damai aeEEE coXXXXXX!!!

    Comment by fERdArA — March 17, 2009 @ 7:54 am

  4. “jangan mengambil kesimpulan yang salah. Saya hanya mengatakan bahwa akidah LDII sekarang adalah sama dengan akidahnya KH Nurhasan. Dan tidak ada bukti akidahnya KH Nurhasan berbeda dengan guru-gurunya yang mahsyur”.
    Jadi apakah ada bukti akidah guru2nya KH Nurhasan sama dengan aqidah KH Nurhasan, yang mengkafirkan umat islam diluar komunitas ij_ldii yaitu dihukumi sama dengan orang kafir seperti halnya kafirnya orang nasroni dan yahudi..??!

    Comment by garut — March 17, 2009 @ 6:54 am

  5. To Garut 1034:
    Jangan mengambil kesimpulan yang salah. Saya hanya mengatakan bahwa akidah LDII sekarang adalah sama dengan akidahnya KH Nurhasan. Dan tidak ada bukti akidahnya KH Nurhasan berbeda dengan guru-gurunya yang mahsyur.

    Comment by sakdermo asli — March 17, 2009 @ 4:46 am

  6. TAPI DARI DALIL INI : MAAN MATTA WALAISSYA FII UNUKIHII BAIATUN , MATTA MITTATAAN ZAHILIYYAAH,.
    Barabg siapa yang mati, dipundaknya tdk baiat, maka matinya ZAHILIYAAH.).(Hadist Shohih Muslim).

    ROWAHU MUSLIM : Ya Rosululloh, dulu kami berada pada jaman JAHILIYAH & kejelekan, lalu Allah-
    mendatangkan kebaikan yitu ISLAM.

    YA ARTINYA JAHILIYAH = ORANG YG TDK BERAGAMA / Coba Anda tanya pada Anak SD/SMP arti Jahiliyah
    ====================================================================
    kalu sandainya penduduk suatu desa bai’at sama ponari dukun cilik di jombang, maka bila salah satu penduduk desa itu mati, lepas lah youw dari mati jahiliyah, berdasar Hadist tsb. Apakah begini pemahaman manqulan ij-ldii??.

    Comment by kawan plentis — March 17, 2009 @ 4:38 am

  7. “Kalau tidak salah di blog ini (mungkin di thread yang lain) pernah disebutkan bahwa gurunya KH Nurhasan diantaranya: Syekh Abu Sama dan Syekh Umar Hamdan. Nah silakan anda riset sendiri apakah akidah KH Nurhasan itu sama atau tidak dengan mereka? Atau silakan cari adakah catatan dari guru-guru ini bahwa KH Nurhasan “murid berakidah sesat”?”.
    Walah..,apakah andanya dapat manqulan dari milis ini kalau Pak Nurhasan dapat menqulan syaikh Abu Sama, syaikh Umar Hamdan mengkafirkan umat islam selain ii-ldii gitu..??!

    Comment by garut — March 17, 2009 @ 4:25 am

  8. Nanti ditanya oleh malaikat:hai pulan kenapa kamu tdk bisa menetapi perintahku ?? tidak ber berbaiat/immah?? yaa karena aku ikut pendapat mereka (Syeh /Ustad Raihumullah dll).
    Kamu sekalian tetap salah (kata Malaikat) karena mengikuti pendapat2 mereka., Jadilah kalian kaum Jahiliyah, Auduzubillah mindalik,
    Alhadulillah Zjkh.
    Wasslaam.
    HAMBA yg selalu berpikir kebenaran.
    ===================================================================
    Paham ij-ldii mempelajari ilmu agama wajib dengan cara manqul musnad mutashil(3M) , serta dilarang ro’yu. Pengertian yang kamu kemukakan dapat dari manqulan siapa???…Plentis.
    ———————————————————————————–=
    KAWAN PLENTIS, ITU HANYA GAMBARAN SAJA, GAMBARANNYA ANTUM2 YG TERLALU BESANDARKAN-
    PARA PENYADUR HADIST-HADIST SSI RO’YUNYA/KEINGINANNYA SAJA.
    ——————————————————————-
    SIAPA GURUNYA PAK NURHASAN YANG MENGAJARKAN MENGENAI PENGKAFIRAN UMAT ISLAM DILUAR IJ-LDII, DAN ITU BUKANKAH AKIBAT AJARAN TIDAK BERIMAM DAN BERBAIATNYA SAMA PAK AZIS BIN NURHASAN. BUKANKAH DEMIKIAN MAS/MBAK. BY GARUT.
    —————————————————-

    BUKAN PAK NURHASAN YG BERPENDAPAT DMKIAN,
    —————————————– :
    TAPI DARI DALIL INI : MAAN MATTA WALAISSYA FII UNUKIHII BAIATUN , MATTA MITTATAAN ZAHILIYYAAH,.
    Barabg siapa yang mati, dipundaknya tdk baiat, maka matinya ZAHILIYAAH.).(Hadist Shohih Muslim).

    ROWAHU MUSLIM : Ya Rosululloh, dulu kami berada pada jaman JAHILIYAH & kejelekan, lalu Allah-
    mendatangkan kebaikan yitu ISLAM.

    YA ARTINYA JAHILIYAH = ORANG YG TDK BERAGAMA / Coba Anda tanya pada Anak SD/SMP arti Jahiliyah pasti tau???.

    Demikian Pengetahun HAMBA.

    Comment by HAMBA — March 17, 2009 @ 4:10 am

  9. Pak Garut nomer 1031:

    Kalau tidak salah di blog ini (mungkin di thread yang lain) pernah disebutkan bahwa gurunya KH Nurhasan diantaranya: Syekh Abu Sama dan Syekh Umar Hamdan. Nah silakan anda riset sendiri apakah akidah KH Nurhasan itu sama atau tidak dengan mereka? Atau silakan cari adakah catatan dari guru-guru ini bahwa KH Nurhasan “murid berakidah sesat”?

    Comment by sakdermo asli — March 17, 2009 @ 3:48 am

  10. “Kita beragama ini memang selain melihat dalil dan menggunakan akal, juga bertumpu pada iman. Iman ini lengket dengan hati nurani. Kita lakukan apa yang kita bisa lakukan. Imanlah bahwa Allah akan menjaga ilmu Islam ini. Jika sudah melihat dalil dan sudah berusaha menggunakan akal, silakan dipilih yang paling dekat dengan hati nurani. Pede boleh. Yakin pada pilihannya boleh. Tetapi kalau sudah bakar-bakar/menghancurkan mesjid dan properti yang bukan miliknya?”.
    TO SAKDERMO ASLI, KITA SAMA2 PERCAYA APA ISI QURAN DAN HADIST, DAN SELAIN ITU LDII-IJ MEWAJIBKAN MEMPELAJARI ILMU AGAMA DENGAN CARA MANQUL MUSNAD DAN MUTHASIL. PERTANYAANYA, APAKAH KEWAJIBAN MEMPELAJARI SECARA MANQUL MUSNAD DAN MUTHASIL MASIH DIAMALKAN ANDANYA MAS/BANG??.MASAK ILMUNYA MAK EROT CARA MEMPELAJARINYA SAMA DENGAN IJ-LDII YAITU DENGAN 3M. MESTINYA ISNAD MANQULNYA TIDAK BERHENTI PADA PAK NURHASAN DOANG, WONG MUTHASIL KOK..YA PASTI TAHU SIAPA GURUNYA PAK NURHASAN YANG MENGAJARKAN MENGENAI PENGKAFIRAN UMAT ISLAM DILUAR IJ-LDII, DAN ITU BUKANKAH AKIBAT AJARAN TIDAK BERIMAM DAN BERBAIATNYA SAMA PAK AZIS BIN NURHASAN. BUKANKAH DEMIKIAN MAS/MBAK.

    Comment by garut — March 17, 2009 @ 3:06 am

  11. Perjalanan Mencari Kebenaran
    Kisah perjalanan Salman al-Farisi sangat menarik untuk disimak, menyimpan banyak pelajaran berharga bagaimana seharusnya sikap seseorang yang menuntut ilmu, seseorang yang mencari kebenaran. Karena kesungguhan dan kebulatan tekatnya, serta keikhlasannya dalam mencari al-Haq, Allah memudahkan baginya petunjuk, sehingga dapat berkumpul bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, menjadi salah seorang sahabat beliau.

    Oleh penulis, buku ini ditujukan bagi orang-orang yang ingin mencari kebenaran, dari kalangan manapun. Jika Salman al-Farisi telah melalui perjalanan panajang tanpa mengenal lelah untuk mencarinya, maka siapapun yang hendak mencari kebenaran akan melaluinya dalam waktu yang lebih singkat, dengan cara mengambil manfaat dari kisah Salman al-Farisi

    Semoga bermanfaat!

    http://files.raudhatulmuhibbin.org/e-Book/Perjalanan_Mencari_Kebenaran_Salman_al_Farisi.pdf

    Comment by antok — March 17, 2009 @ 12:42 am

  12. ABCD.., Aih Bo Capek Deh..mas sak dermo yang ngaku2x asli, coba baca dimilis ini no 271, 274, 275, 278, 279, 280, 284, 312, 315, 317 dllnya insya Alloh pengertian masalah keimaman, bai’at terjawab. Tapi sekali lagi mengenai hidayah itu semata-mata punya Alloh. ajkk.

    Comment by cacuk — March 17, 2009 @ 12:23 am

  13. nomer 1027
    >>>… Bukankah berarti belum ada yang ditegakkan? …

    koreksi, seharusnya “Bukankah berarti masih ada yang belum ditegakkan?”

    Comment by sakdermo asli — March 16, 2009 @ 10:43 pm

  14. Pak Garut (nomer 1007) yang dimuliakan,

    >>>To mas Sakdermo asli. Setahu saya kalau ldii-ij mengartikan”Jamaah itu diwujudkan dalam Baiat dan BerAmir”. sementara Ulama-ulama Masjidil Harom, Ahli Hadist, Darul Hadist memahami pengertian “Jamaah” sebagai kesatuan umat Islam yang menegakkan, mempelajari, mengamalkan, memurnikan Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW dari zaman Rasulullah SAW, Para Sahabat, Tabiin, dan seterusnya hingga Kiamat nanti, merekalah sebagai orang-orang yang dalam hadist-hadist itu yang disebut dengan menetapi “Jamaah”.

    Pengertian seperti di atas adalah pengertian “generik”. Pengertian yang mencoba mengakomodasi mayoritas umat. Pengertian yang diplomatis. Dari hasil diskusi-diskusi dengan teman-teman yang mengaku salafi, pada dasarnya syekh-syekh di saudi sana sangat mengerti sekali bahwa jamaah itu konotasinya mengangkat imam. Tetapi karena jaman sekarang mungkin syekh-syekh belum melihat adanya peluang ke arah sana, maka pengertian diplomatis inilah yang digembar-gemborkan. Di mana diplomatisnya? Kata kuncinya adalah “…yang menegakkan, mempelajari, mengamalkan, memurnikan Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW dari zaman Rasulullah SAW”. Lha bagaimana mungkin menegakkan, mengamalkan, memurnikan Alquran dan Sunnah, wong di jaman nabi dan khalifah ada orang yang diangkat jadi imam kok hari gini tidak ada? Bukankah berarti ada sesuatu yang hilang? Bukankah berarti belum ada yang ditegakkan? Bukankah jargon “menegakkan Alquran dan Sunnah” jadi membuat pertanyaan baru?

    >>>Kemudian kalau terjadi perbedaan memahami dan mengartikan masalah jamaah, manqulnya ldii-ij itu dari siapa dan dari mana??!. Kalau mau mengklarifikasi kemanqulan mengenai pemahaman isi Alquran dan Alhadist untuk waktu ini kepada guru2nya pak nurhasan, insya Alloh ya gak bisa, karena semuanya dah meninggal, wong Pak nurhasan aza sudah meninggal. Kemudian apakah dengan demikian telah tertutup , dan tidak ada jalan lainya. Ya ada jalan lainya, kalau sanad dari ilmu agama islam ini tetap terjaga.

    LDII itu jelas mankul dari KH Nurhasan dan KH Nurhasan mankul dari guru-gurunya di Mekkah. Memang betul, diperlukan usaha untuk men-cek apakah KH Nurhasan itu sejalan atau tidak dengan guru-gurunya. Tidak mudah, karena memang sudah pada meninggal. Karena tidak mudah dan perlu riset, analisa mendalam, dsb itulah makanya kita harus berhati-hati sebebelum menstempel akidah orang lain sesat.

    Sama seperti ilmu mak erot. Setelah mak erot meninggal, semua sanak-famili, kerabat, orang dekat mak erot mengaku punya ilmu mak erot yang murni. Semuanya mirip-mirip. Menurut anda, kira-kira siapa yang ilmunya paling mirip dengan mak erot? Kalau ada satu orang yang dikucilkan karena kerabat-kerabat lain “bikin kartel”, apakah serta merta yang banyak itu yang paling murni ilmu mak erotnya? Belum tentu (begitu pula sebaliknya).

    Kita beragama ini memang selain melihat dalil dan menggunakan akal, juga bertumpu pada iman. Iman ini lengket dengan hati nurani. Kita lakukan apa yang kita bisa lakukan. Imanlah bahwa Allah akan menjaga ilmu Islam ini. Jika sudah melihat dalil dan sudah berusaha menggunakan akal, silakan dipilih yang paling dekat dengan hati nurani. Pede boleh. Yakin pada pilihannya boleh. Tetapi kalau sudah bakar-bakar/menghancurkan mesjid dan properti yang bukan miliknya?

    >>>Nah kembali mengenai pak nurhasan yang seperti halnya rocker yang juga manusia, bukankah apa yang disampaikan pak nurhasan itu juga bisa salah. Terus kemudian kalau salah bagaimana cara untuk mencari tahu kebenaranya .

    Lihat jawaban saya di atas. Pilih sesuai keimanan anda (setelah berusaha keras melihat dalil dan menggunakan akal). Yang terpenting konsisten. KH Nurhasan cuma manusia biasa, begitu pula syekh-syekh di saudi. Tetapi janganlah pandangan mayoritas diambil jadi pijakan kebenaran. Lihatlah secara intens tekstual yang ada di Quran dan Kitab-kitab Hadits mahsyur. Seharusnya secara tekstual anda sudah bisa langsung melihat gambaran yang jelas. Justru ketika mendengarkan pendapat-pendapat yang secara ngawur di-quote anda malah makin bingung dan bisa membelakangi.

    Comment by sakdermo asli — March 16, 2009 @ 10:31 pm

  15. Nanti ditanya oleh malaikat:hai pulan kenapa kamu tdk bisa menetapi perintahku ?? tidak ber berbaiat/immah?? yaa karena aku ikut pendapat mereka (Syeh /Ustad Raihumullah dll).
    Kamu sekalian tetap salah (kata Malaikat) karena mengikuti pendapat2 mereka., Jadilah kalian kaum Jahiliyah, Auduzubillah mindalik,
    Alhadulillah Zjkh.
    Wasslaam.
    HAMBA yg selalu berpikir kebenaran.
    ===================================================================
    Paham ij-ldii mempelajari ilmu agama wajib dengan cara manqul musnad mutashil(3M) , serta dilarang ro’yu. Pengertian yang kamu kemukakan dapat dari manqulan siapa???

    Comment by kawan plentis — March 16, 2009 @ 4:04 pm

  16. semuaaaaaanya guuooooobloooook, edddaaaaaaannnnnnn, bubaaaaaaaaaar

    Comment by plentis — March 16, 2009 @ 1:00 pm

  17. “1.WATAQTARIFU UMATI ALLA SALASIN WASAB,INNA FIRQOTTA, ASINTANI WASABIIN FINAAR, WAWAHIDATAN PILJANNAH, WAHIYAL JAMAAH,(Telah terpecah umatku menjadi tujuh puluh tiga firqoh semuanya dalam neraka kecuali satu dan ia adalah Al-Jama’ah”. (Hadits shohih Abu Daud).

    2.MAAN MATTA WALAISSYA FII UNUKIHII BAIATUN , MATTA MITTATAAN ZAHILIYYAAH,.
    Barabg siapa yang mati, dipundaknya tdk baiat, maka matinya ZAHILIYAAH.).(Hadist Shohih Muslim).

    3.ISMUHU WAATIU WAINISTU,MILLA ALAIKUM HABDUUN HABASYIUN KAANNA ROSAHU JABIIBATUUN.
    Dengarkanlah, dan taatlah kamu sekalian jika yg dijadikan pengatur/amr ks hamba Habasyi,-
    yg jelek kepalanya seakan2 anggur kering.(Hadist Shohih Ibn Majah.900).

    4.Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari hadits Abu Said dan Abu Hurairah Marfu’ (yang tetap sanadnya sampai kepada Rasul): “Jika keluar tiga orang dalam sebuah perjalanan maka hendaklah mereka mengangkat pemimpin salah satunya.

    ARTINYA :
    Berdasarkan Hadist2 diatas, Umatku Nabi terpecah 73 gol, 72 gol finnar, yang satu fil Jannah wahiyal orang Berjamaah.(Inilah sumber pepecahan umat) tetapi sebagai muslim kita harus tetap wajib mencari yg satu ini (berbentuk Jamaah).
    JADI ADA YG BERPENDAPAT BHW JAMAAH ITU memahami pengertian “Jamaah” sebagai kesatuan umat Islam yang menegakkan, mempelajari, mengamalkan,Sunnah Rasulullah SAW dari zaman Rasulullah SAW, Para Sahabat, Tabiin, dan seterusnya,disebut JAMAAH, bahkan sendirianpun ada yg mengaku Jamaah.
    ADA YG BEPERNADAPAT BHW JAMAAH ITU Adalah Sekelompk umat Islam yang menegakkan, mempelajari, mengamalkan,Sunnah Rasulullah SAW dari zaman Rasulullah SAW, Para Sahabat, Tabiin, dan disertai dg baiat, taat pada imamah mereka (SSi dalil No.2 diatas).

    ADA YG BERPENDAPAT/Salafii: Bahwa Imamah hanya pada Pemerintah yg tegak/berdasarkan syariat Islam saja (Seperti di Arab Saudi).
    sedang di Indonesia belum bisa artinya masih darurot/ menunggu sampai dg Negara Indonesia seperti di ARAB sana, cuman samapi kapan??, terus kalau kita keburu mati bagaimana??.

    Padahal Dalil No 3 diatas sudah jelas bahwa imamah itu bisa berdiri walaupun dipimpim oleh Hamba Habasiyun yg jelek yg kepalanya kaya anggur kering sekalipun, Artinya Immamh ini wajib walaupun Non Pemerintah yg tegak, bukankah begitu???.

    Dikuatkan oleh dalil No.4,Jika keluar tiga orang dalam sebuah perjalanan maka hendaklah mereka mengangkat pemimpin salah satunya, artinya dalam suatu perjalan di dunia saja perlu adanya pemmimpin/ imamah biar dalam perjalan tsb lancar, selamat sampai tujuannya,

    Apalagi ini perjalan hidup di dunia yg panjang menuju akherot nanti, apa gak perlu pimpinan/ imamah ??,yang menjaga amalan kita sampai tutup pol ajalnya kita??.
    DiAkherat nanti kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa,
    Nanti ditanya oleh malaikat:hai pulan kenapa kamu tdk bisa menetapi perintahku ?? tidak ber berbaiat/immah?? yaa karena aku ikut pendapat mereka (Syeh /Ustad Raihumullah dll).
    Kamu sekalian tetap salah (kata Malaikat) karena mengikuti pendapat2 mereka., Jadilah kalian kaum Jahiliyah, Auduzubillah mindalik,

    MAKANYA KALAU ADA BEDA PENDAPAT DIANTARAMU, MAKA KEMBALILAH PADA KITABULLAH DAN SUNNAHKU YG ASLI ( JANGAN PENDAPAT2 MEREKA).

    Alhadulillah Zjkh.
    Wasslaam.
    HAMBA yg selalu berpikir kebenaran.

    Comment by HAMBA — March 16, 2009 @ 9:17 am

  18. LDII yang sudah taat pada pemerintah NKRI dipersilahkan ngaji terus
    bagi yang bukan LDII dan belum taat pada pemerintah diperbolehkan ngaji di LDII

    Comment by POLDA METRO JAYA — March 16, 2009 @ 9:07 am

  19. wuih, pusing aq
    cape’ dech

    Comment by ngelu — March 16, 2009 @ 4:39 am

  20. Kedudukan Sunnah Dalam Menyikapi Penguasa Negeri

    Pendahuluan
    Ini adalah risalah yang ringkas, yang aku sebutkan padanya nash-nash dari Sunnah Nabawiyyah yang mutawatir dalam menjelaskan kewajiban mendengar dan taat kepada penguasa selama bukan dalam hal kemaksiatan, serta menjelaskan kewajiban menghormati, memuliakan dan menasehatinya, dan penjelasan tentang diharamkannya melepaskan baiat ketaatan dan haramnya memberontak terhadap mereka.
    Sejumlah hadits-hadits Nabi Shallallahu’alaihi wasallam ini memberikan faedah peringatan dari sekte khawarij, yang pada hadits-hadits tersebut terdapat kecukupan bagi orang yang Allah pelihara dari terjerumus ke dalam sekte khawarij tersebut dan bagi orang yang tidak sependapat dengan mereka dan bersabar dalam menyikapi kedzaliman para penguasa dan pemimpin Negara, dan tidak melakukan perlawanan dengan pedang-nya terhadap mereka, serta memohon kepada Allah Ta’ala agar menghilangkan kedzaliman yang menimpa dirinya dan kaum muslimin dan mendoakan penguasa agar diberi kebaikan.

    Jika penguasa memerintahkannya untuk taat dan memungkinkan baginya untuk mentaatinya maka hendaklah ia mentaatinya, dan apabila dia tidak mampu maka hendaklah dia meminta udzur kepada mereka. Dan jika mereka memerintahkan kepada kemaksiatan maka jangan ia mentaatinya, maka barangsiapa yang memiliki sifat ini maka dia berada diatas jalan yang lurus insya Allah (Asy-syari’ah, Al- ajurri:1/371).
    Dan aku beri nama risalah ini “Kedudukan sunnah dalam menyikapi penguasa negeri”, hanya kepada Allah aku memohon agar menjadikan amalanku senantiasa bersih dari riya’ dan sum’ah, dan menjadikannya sebagai simpanan amalku pada hari yang tidak bermanfa’at harta dan anak keturunan, kecuali yang menghadap kepada-Nya dengan membawa hati yang suci.
    Ditulis oleh: Abu Umar Ahmad bin Umar Bazemul
    Pengajar di Ma’had Harom, Makkah Syarifah.
    Selengkapnya baca ebooknya disini Download

    http://www.mediafire.com/file/2ml4equmhfz/Sunnah-Dalam-Menyikapi-Penguasa.zip

    Comment by antok — March 15, 2009 @ 3:10 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: