LDII Watch

March 19, 2006

[Kliping] Tanya Jawab Seputar LDII

Filed under: Kliping Artikel Pro LDII — ldiiwatch @ 9:01 am

Oleh : Irham, ketua PAC LDII Kel. Sangiang Jaya, Kec. Periuk, Kota Tangerang.
(Disarikan dari diskusi di dalam e-mail pribadi, dari terakhir ke awal diskusi)

T. Jika saya bergabung dengan LDII namun orangtua saya tidak dan suatu ketika beliau meninggal maka saya tidak boleh ikut mensholati jenazah beliau, dengan alasan orangtua saya bukan berasal dari LDII dan jika saya melanggar maka saya berdosa?.. apa itu benar?….

J. Kita ummat Islam ini diwajibkan berbakti kepada orang tua, walaupun dia kafir. Perintah mereka wajib kita tha’ati selama tidak memerintah untuk ma’shiyat. Adapun LDII itu hanya organisasi Islam di Indonesia. Intinya orang tua anda beragama Islam atau tidak, melakukan / mengerjakan syari’at2 Islam atau tidak. Kalau ortu anda mengaku Islam, tapi tidak melaksanakan syari’at2 islam, maka kita tidak boleh mensholatinya. Tetapi kalau ortu anda melaksanakan syari’at Islam dengan sepenuh hati / sungguh2, maka kita boleh / dianjurkan mensholatinya. Bahkan kalau tidak ada sama sekali, maka semua orang Islam di sekitarnya dosa semua.

T. Apa tanggapan anda mengenai kerusuhan yang terjadi di Lombok dan Kalimantan mengenai Masjid LDII yang dibakar warga setempat?..

J. Silakan klik di sini http://www.geocities.com/irham354/Jokam.html

T. Apa benar setelah kerusuhan itu terjadi maka setelah pengajian diadakan latihan beladiri untuk para jamaah?…. buat apa, negara kita kan negara hukum?…

J. Latihan beladiri itu sudah ada dari dulu, yaitu dengan kerja sama dengan PERSINAS ASAD (anggota IPSI), adapun waktunya, masing2 daerah tentu punya ijtihad sendiri2. Dan itupun tidak hanya untuk itu, melainkan yang pokok adalah ber-olah raga seperti halnya sepak bola dan lari2, ini juga dikerjakan di LDII. Kalau di tempat lain ada perguruan silat, kenapa anda tidak tanyakan? seperti di Muhammadiyyah ada Tapak Suci, NU ada pagar Nusa, dll. Jadi lebih baik membela diri dari pada jadi korban. Kalau ada penyerangan, kita tidak punya beladiri, apa yang terjadi?

Ada nasehat K.H. Nur Hasan alm. :
“Agama tidak akan berjalan bila dipegang oleh orang penakut”
“Berani tidak memendekkan usia, takut tidak memanjangkan usia”, dll.

T. Apa benar ada penebusan dosa / kaffaroh?……

J. Ya, ada. dan itu ada di dalam Alqur’an dan Alhadits. Contoh; Zina, kaffarohnya dengan dijilid (bagi ghoir muhshon) dan dirajam sampai mati (bagi pezina muhshon), Mencuri dalam batas minimal …..(dilupakan batasnya) kaffarohnya di potong tangan dan kakinya secara ber-urutan, tidak sekaligus. Dan untuk masalah had berat seperti yang saya sebutkan ini kita (ummat Islam Indonesia) belum bisa melaksanakannya, terbentur dengan peraturan pemerintah / negara RI, dan di dalam alqur’an ada ayat Fattaqullaaha mastatho’tum (Bertaqwalah kalian kepada Allah selama kalian masih mampu melaksanakan).

T. Yang saya maksudkan dengan kaffaroh adalah setelah kita melakukan dosa maka kita wajib memberitahukan kepada ulil amri setempat dan kita harus menebusnya baik secara materi dan nonmateri yang ketentuannya ditentukan oleh imam tersebut, jadi apa setiap dosa bisa dibeli?..

J. Yang benar adalah : setelah kita berbuat dosa, maka kita wajib bertaubat. Dan praktek taubat pada zaman nabi s.a.w. adalah dengan 4 syarat taubat yang shah :

1. Mengakui kesalahan kepada pemimpin (Nabi / ulil amri),
2. Minta ampun kepada Allah dan orang yang bersangkutan (nabi / ulil amri),
3. Berjanji tidak akan mengulangi lagi, dan
4. Sanggup menunaikan kaffarohnya (bila ada).

Harta benda tidak akan bisa mengantar kita masuk surga Allah kalau tidak disertai dengan iman dan ‘amal sholih. Dan dosa tidak dapat ditukar dengan harta, tapi shodaqoh dan infaq bisa menghapus dosa2 ringan. Termasuk sholat tertib pada waktunya juga bisa menghapusnya.

T. Menurut sumber yang bisa dipertanggungjawabkan bahwa ternyata LDII adalah produk2 OrdeBaru jaman
pemerintahan H.M Suharto yang dilakukan melalui Alimurtopo dan Rudini yang semata2 hanya meminta
dukungan untuk Pemilu tahjun 70-an, apa benar?…

J. memang, secara histori LDII lahir pada zaman orde baru dengan nama Lemkari (1972). Tapi oleh Mendagri kala itu (Bp. Rudini) ketika acara MUNAS / RAKERNAS, beliau mengusulkan kepada pimpinan LEMKARI supaya mengubah namanya biar nggak rancu dengan LEMKARI (lembaga karatedo Indonesia). Apakah begini ini yang disebut bikinan orde baru? Qur’an dan Hadits jauh lebih dulu ada ketimbang orde baru. Dan LDII bukanlah orsospol, tapi ormas islam, lembaga dakwah islam indonesia. yang murni dakwah untuk mengajak semua orang masuk surga Allah selamat dari neraka Allah, dengan cara belajar Qur’an Hadits, berkarya ‘ala Qur’an Hadits, Berjuang untuk Qur’an Hadits, Bersatu dengan acuan Qur’an hadits, dan disiplin atas dasar Qur’an Hadits; yakni tha’at menjalankan perintah Allah, Rosulullah, dan Ulil Amri. Tha’at kepadaAllah dan Rosul itu mutlak, tapi tha’at kepada ulil amri ini hanya dalam hal kebaikan. Adapun bila diperintah dalam kemaksiyatan, falaa sam’a walaa thaa’at, tidak boleh mendengar dan tidak boleh tha’at.

Semua yang saya uraikan itu harus didasari dengan niyat mukhlish (murni) karena Allah, tidak boleh syirik, berbuat bid’ah, percaya khurofat, takhayyul, dan juga pada jin2. Niyat mukhlish karena Allah itu, yaitu ingin mendapatkan apa yang Allah janjikan (sorga) dan ingin selamat / terhindar dari apa yang diancamkam oleh Allah (neraka).

T. Apakah dalam pemilu kali ini LDII tetap berada dibawah naungan Partai Politik (Golkar)?

J. Semenjak pemilu 1999, LDII sudah independen, tidak menjadi underbowl Golkar, tidak mengurusi masalah politik. Tapi diserahkan kepada warganya. Termasuk sekarang.

T. Sewaktu hendak diadakan debat terbuka oleh para mantan anggota LDII (Bambang dkk) mengapa para Imam khususnya yang berada di Kediri pusat LDII tidak mau datang dan memilih sikap acuh ?….

J. Apa yang mau diperdebatkan? Qur’an dan hadits itu sudah jelas dan tegas. Atau mau dicampuri ro’yu (pendapat pribadi)? Dan lagi, pondok pesantren LDII di Kediri itu bukan pusat LDII, tapi hanya pusat pendidikan muballigh LDII.
T. Apa tanggapan Bapak mengenai penipuan sesama LDII baru2 ini bahwa ada seorang jamaah membawa kabur uang sebesar 1.3M dari seluruh jamaah di Indonesia dalam rangka proyek Pendanaan Listrik secara berkala?.. anda pasti tahu bukan?..

J. Itu adalah cobaan dari Alloh yang memang berat bagi yang merasakan. Saya sendiri tidak ikut tertipu, karena nggak ikutan. Tapi walaupun begitu saya juga merasakan duka / kesusahan mereka, karena siapapun mereka adalah saudara2 kita. Tentang penipunya (Maryoso), itu adalah warga yang munafiq, kalau dia faham dengan apa yang diajarkan tiap hari dalam pengajian maka hal itu pasti tidak berani dilakukannya. Karena harta orang Islam itu harom dirampas, ditipu, darahnya harom dialirkan, kehormatannya harom diinjak2, rahasianya harom dibeberkan. Tapi dia justru melakukannya, ndak perduli orang sudah jual sawahnya, ndak perduli orang sudah menginvestasikan pesangonnya, maka dia ini adalah munafiq ulung.
T. Mengapa anggota LDII tidak boleh menikah dengan orang luar LDII walaupun mereka Islam ?… jika memang tidak boleh apakah alasannya?,,, apa mereka mengukur kadar keimanan dari suatu lembaga keagamaan?

J. Dalam membina keluarga (menikah) tujuan utamanya adalah ibadah, melakukan sunnah Rosulullah s.a.w., melanjutkan keturunan, dan tentunya kedamaian, keharmonisan dan ketenteraman. Nah, kedamaian, keharmonisan, dan ketenteraman ini bisa dicapai bila pasutri (pasangan suami istri) itu sefaham, saling pengertian, saling menghormati. Seorang laki-laki LDII atau seorang perempuan LDII, yang menikah dengan pasangan dari luar LDII tidak ada yang bisa menjamin keluarga yang dibina akan tenteram, karena masing2 sudah ada perbedaan yang prinsipil. Yang orang LDII menganggap yang dilakukan itu penting, yang pasangannya menganggap biasa2 saja, sehingga bila pasangannya melakukan aktifitasnya sebagai warga LDII, tidak didukung, dicemooh, dilecehkan, dsb. Makanya sebagai ijtihad untuk menghindari itu semua supaya warga LDII menikah dengan sesama warga LDII. Dan itu tidak bertentangan dengan Islam kan?

Walaupun begitu, bagi keluarga yang dulunya bukan LDII, kemudian salah satu masuk sebagai warga LDII dan ternyata bisa menjaga kedamaian dan ketenteraman rumah tangganya maka TIDAK DIANJURKAN untuk bercerai. Dan itu banyak contohnya di lingkungan saya ataupun di daerah lain.

T. Ada satu kasus seorang ustadz memacari jamaahnya padahal dikatakan bahwa pacaran itu berdosa dan dengan teganya ustad tsb berbuat yang tidak sepantasnya kepada pacarnya / jamaahnya dan setelah puas ditinggalkan?.. itu sempat kejadian di suatu LDII yang pernah saya ikuti dan saya bisa membuktikan secara otentik baik itu melalui surat dan photo2nya.

J. Itu adalah perbuatan oknum yang tidak bisa disamaratakan kepada seluruh warga LDII. Karena yang begitu tidak hanya terjadi di LDII, tapi di organisasi yang lebih besar lebih banyak terjadi. Jadi tergantung kefahaman agama oknum tsb. Mungkin Anda pernah mendengar kisah pendeta bani Isroil yang dititipi seorang cewek oleh kakak2nya, karena kakak2nya tsb akan berangkat perang. Pertama-tama si pendeta (Rohib) tsb. menyanggupi walaupun harus berjauhan. Tapi lama-kelamaan Syethan lebih pintar untuk menjerumuskan manusia, dan kebetulan Rohib tsb. (dan juga Ustadz tsb.) kurang mutawari’ (wira’i / hati2) sehingga suatu perbuatan yang mendekati zina dia lakukan juga, akhirnya perbuatan zinapun dilakukan juga. Ini mirip, suka nggak suka adalah realita. Cuma alurnya saja yang berbeda. Kalau Rohib tsb. dipaksa milih 3 pilihan; zina, minum2an keras, dan membunuh cewek tsb. Si Rohib berpikir zina dan membunuh dosa besar, sedang minum khomer lebih ringan, akhirnya Rohib tsb. milih minum khomer, tapi lewat pintu itulah ke3 perbuatan dosa itu kemudian dilakukan. Mungkin kasus di tempat anda itu berbeda, tapi ada kemiripan motif yaitu kurangnya kefahaman dan kurang mutawari’

T. Apakah LDII sanggup memegang konsekuensi yang dikatakan atau hanya sekumpulan orang2 munafik?…

J. Maksud Anda apa? tolong lebih spesifik dalam berbicara. Anda mengatakan begitu sudah ada unsur penuduhan, bahwa orang LDII munafik. Kalau orang LDII diisukan mengkafirkan golongan muslim selainnya, dan itu tidak benar, Anda tidak hanya isu, tapi sudah melakukan sendiri penuduhan itu.

T. Posisi Imam mengapa diatas segalanya? Kenapa imam selalu benar padahal dia manusia juga, Apakah boleh berbuat cabul atau zina mata diantara santri laki2 dan wanita,jika tidak mengapa pada saat pengajian pembatas lelaki dan wanita ditutupi tetapi mengapa selagi shalat tirai tsb dibuka, apa untuk mencari jodoh??? mengapa jika kita melakukan kesalahan kita harus lapor ke imam untuk tobat dan harus membayar kafaroh atas dosa2 itu, asikjuga ya kalo dosa bias ditebus dengan uang, mirip model kristiani ya,kira2 berapa harga dosa jika saya melakukan perzinahan sesama santri LDII, Apakah melakukan zina dengan ustadnya termasuk ibadah dan tidak dosa

J. Dari pada ngomong ngawur begitu, lebih baik ikut ngaji. Lihat dan dengarkan, apakah yang anda katakan itu benar? Jangan AsMa (Asal Mangap / asal bunyi)!!!. Kalau memang anda ksatria, maka anda akan datang langsung, ikuti pengajian, dan carilah kelemahannya / kesesatannya. Jangan hanya kata orang yang membenci anda terima. Saya tidak akan menjawab pertanyaan anda, karena anda type orang yang gampang percaya. Saya berkata LDII itu A, ada orang lain berkata LDII itu B, anda percaya.

Jadi lebih baik dan lebih terpuji kalau anda datang saja ke pengajian LDII. Dan ksatrialah, kalau memang LDII benar, sesuai dengan Qur’an dan hadits, maka ikutilah. Kalau LDII tidak benar / sesat / tidak sesuai dengan Qur’an dan hadits, maka tinggalkanlah.

T. Saya terima tantangan Anda tapi dengan syarat, Saya mau ikut di pengajian Anda dan Anda harus mendampingi saya biar saya bisa mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan yang nanti akan saya utarakan dan anda juga harus open minded (berpikiran terbuka) bilang benar jika itu benar dan salah bila itu salah bukan benar dan salah versi imam ldii, gimana setuju ngga?.,….

J. Bagaimana mau mendampingi kalau saya nggak tahu anda di mana, begitu pula anda nggak tahu saya ada di mana? Kalau memang Anda sudah ada niyat, silakan datang aja ke muballighnya, tukar pikiran, saling terbuka, jangan ada su’uzh-zhon. Insya’alloh muballigh2 LDII akan dengan sangat antusias menjawab permasalahan anda. Dan banyak muballigh2 LDII yang masih muda2.

Sumber: http://www.geocities.com/ldii_sanjaya/TANYA_JAWAB_SEPUTAR_LDII.html

41 Comments »

  1. ????????????????????????????????????????????????/

    Comment by SAMOK — May 7, 2009 @ 1:29 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: