LDII Watch

August 26, 2006

[Kliping] Mengurai Benang Kusut LDII: Doktrin LDII Menjiplak Ajaran Syi’ah Imamiyah dan Nasehat Untuk Kembali Ke Manhaj Salafus Sholih

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII — ldiiwatch @ 10:04 am

Penulis: Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

Ikhwah sekalian, tulisan ustadz kali ini mencoba untuk mengurai kekusutan doktrin LDII lainnya, yang ternyata doktrin tersebut menjiplak habis-habisan ajaran Syi’ah Imamiyah yang jauh menyimpang dari ajaran islam. Selain itu, ustadz Muhammad Arifin juga mengulas tentang standar kebenaran yang telah keliru dimaknai oleh pengikut LDII, yaitu menjadikan permusuhan dan penentangan dari kelompok selainnya sebagai standar kebenaran. Sungguh suatu pemikiran yang keliru, karena kita tahu sebelumnya bahwa kelompok Ahmadiyah juga mempraktekkan standar tersebut, dan baru-baru ini kelompok ‘Kerajaan Tuhan’ Lia Eden juga menggunakan standar tersebut sebagai pembenaran bagi kelompoknya. Semoga dengan adanya penjelasan ini dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua.

***

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shollallahu’alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya.

Doktrin Mangkul
Mungkin ada dari pembaca yang bertanya-tanya: apa buktinya bahwa doktrin Mangkul LDII adalah hasil jiplakan dan hasil adopsi dari sekte Syi’ah Imamiyah adalah salah satu judul bab dalam kitab Al Kafi karya Al Kulainy :

باب: أنه ليس شيء من الحق في أيدي الناس إلا ما خرج من عند
الأئمة وأن كل شيء لم يخرج من عندهم فهو باطل.

“Bab: Tidak ada sedikit pun kebenaran yang ada di masyarakat selain yang disampaikan oleh para imam, dan segala sesuatu yang tidak disampaikan oleh mereka maka itu adalah bathil.” (Al Kafi 1/399)

Kemudian Al Kulainy menyebutkan ucapan Abu Ja’far (salah seorang yang dianggap sebagai Imam Syi’ah Itsna ‘Asyariyyah) :

ليس عند أحد من الناس حق ولا صواب ولا أحد من الناس يقضي
بقضاء حق إلا ما خرج منا أهل البيت وإذا تشعبت بهم الأمور
كان الخطأ منهم والصواب من علي عليه السلام. الكافي للكليني
1/399.

“Tidaklah ada seseorang memiliki al haq tidak juga kebenaran, dan tidaklah ada seseorang yang memutuskan suatu keputusan yang benar, selain dengan apa yang telah kami ajarkan yaitu ahlul bait (anak keturunan Ali). Dan bila mereka telah berselisih dalam berbagai permasalahan, maka pasti merekalah yang salah dan kebenaran hanya datang dari Ali alaihis salam.” (Al Kafi oleh Al Kulainy 1/399)

Bandingkan antara ucapan apa yang saya nukilkan dari kitab Al Kafy karya Al Kulainy ini, dengan doktrin mangkul ala LDII. Saya yakin orang yang hati nuraninya masih terpancar kecintaan terhadap kebenaran dan rasa takut akan neraka serta harapan untuk masuk surga akan berkata: Sesungguhnya doa doktrin ini adalah sama dan tidak ada bedanya. Inilah sekte induk LDII.

Dengan demikian jelaslah asal usul doktrin mangkul ala LDII dan bahwa Nur Hasan Ubaidah hanyalah menjiplak dan mencuri (menurut bahasa rohmanudin) doktrin Syi’ah Imamiyah dan kemudian dipoles dengan belajar hadits dengan penafsiran dan pemahaman yang mendukung kepentingannya, yaitu pemungutan upeti sebagaimana yang diakui oleh saudara Aris Wahyono (mantan pengikut LDII).

Doktrin Imam Bithonah
Diantara yang menguatkan dugaan bahwa LDII adalah hasil jiplakan dari Syi’ah Imamiyyah ialah apa yang mereka sebut dengan Imam Bithonah. Dalam keyakinan Syi’ah Imamiyah dinyatakan bahwa umat islam harus dipimpin oleh seorang imam yang ma’shum (terpelihara dari kesalahan dan perbuatan dosa), jumlahnya adalah 12 orang, dan imam mereka yang terakhir disebut dengan Muhammad bin Hasan Al Askary. Syi’ah Imamiyyah meyakini bahwa imam mereka yang ke 12 ini bersembunyi sejak berumur 4 atau 5 tahun di ruang bawah tanah, dan tidak ada yang dapat menjumpainya kecuali orang yang mereka istilahkan sebagai al bab (perwakilan/agen/amir perantara). Dan Mereka mengharamkan siapa saja untuk menentukan tempat persembunyiannya ini, bahkan sampai-sampai Al Kulainy berkata:

عن داود بن القاسم الجعفري قال : سمعت أبا الحسن العسكري:
الخلف من بعدي الحسن، فكيف بكم بالخلف من بعد الخلف؟
فقلت:ولم جعلني الله فداك؟ قال: إنكم لا ترون شخصه ولا يحل
لكم ذكره باسمه. فقلت: فكيف نذكره؟ قال: قولوا: الحجة من آل
محمد صلوات الله عليه وسلامه. الكافي للكليني 1/332-333.

“Dari Dawud bin Al Qasim Al Ja’fary, ia menuturkan: “Aku pernah mendengar Abul hasan Al Askary (yaitu imam yang ke-10) berkata: Penggantiku ialah Al Hasan (yaitu putranya sendiri), dan bagaimana sikap kalian dengan pengganti orang yang menggantikanku? Akupun bertanya: Mengapa? Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu. Ia menjawab: Sesungguhnya kalian tidak akan melihat orangnya, dan juga tidak halal bagi kalian untuk menyebutkan namanya. Maka aku pun bertanya: Bagaimanakah kami menyebutnya: Ia menjawab: Katakan: Orang yang menjadi hujjah dari keluarga Muhammad, semoga shalawat dari Allah dan salam-Nya terlimpahkan selalu kepadanya.” (Al Kafy 1/332-333)

Bila kita bandingkan doktrin Syi’ah Imamiyah ini dengan doktrin LDII yang mengajarkan kepada umatnya agar berbai’at kepada Imam Bithonah yang senantiasa dirahasiakan jati dirinya (nama, tempat tinggal, umur dll), niscaya kita dapatkan dua doktrin ini serupa dan sama. Mungkin yang membedakan antara keduanya hanyalah hukum menyebutkan nama atau tempat tinggal imam tersebut.

Permusuhan Dari Kelompok Lain Bukanlah Standar Kebenaran
Kemudian ada satu poin dari perkataan Abul Baghda yang terlupakan untuk saya komentari (silahkan lihat komentar Abul Baghda pada artikel sebelumnya, “Runtuhnya Dinasti LDII – dialog 2), yaitu ia berdalil dengan ucapan Waraqah bin Naufal kepada Nabi shollallahu’alaihiwasallam pada saat beliau menceritakan kisahnya menerima wahyu untuk kali pertama, yaitu ketika beliau menerima 5 ayat pertama dari surat Iqra’ di gua Hira’. Waraqah berkata kepadanya:

قال ورقة: م يأت رجل قط بما جئت به إلا عودي

“Tidak akan ada seorang pun yang membawa kebenaran semisal yang engkau bawa (ajarkan) melainkan akan dimusuhi.” (Muttafaqun ‘alaih)

Kemudian Abul Baghda’ bertanya:

GOL ANDA DI HUJAT ? DI KAFIRKAN ? OLEH GOL LAIN ? TIDAK ? BERARTI ANDA BUKAN YANG DI MAKSUD DALAM HADITS INI.

Ahli Hadits muda ini (Abul Baghda’ –ed) menjadikan permusuhan yang ditujukan kepada suatu kelompok sebagai standar kebenaran? Sehingga menurut pemahaman ucapannya ini: karena LDII dimusuhi maka LDII adalah kelompok yang benar. Sedangkan kelompok lain selain LDII tidak dimusuhi, maka mereka tidak benar alias sesat. Subhanallah ! Demikianlah pemahaman ahli hadits LDII muda ini? Betapa dangkalnya cara berfikir mereka?! Sekedar permusuhan yang ditujukan kepada suatu kelompok atau seseorang dijadikan sebagai dalil atau pertanda kebenaran kelompok atau orang tersebut.

Saya ingin bertanya: Siapakah diantara kita bahkan dari manusia yang ada di dunia ini yang tidak memusuhi perampok, pendusta, pengkhianat, penjilat, pemalsu, pencuri, pemerkosa, pemabok, pencopet, pemakan daging manusia??!! Saya yakin setiap orang memusuhi mereka. Nah, apakah permusuhan yang tertuju kepada mereka merupakan pertanda bahwa mereka adalah orang-orang yang dimaksudkan dari ucapan Waraqah bin Naufal??!! Jawablah dengan jujur wahai ahli hadits muda LDII! Semoga saja ahli hadits muda ini menjawab pertanyaan ini dengan : “Ya”. Dan bila demikian berarti agama LDII adalah agama berbagai pe-pe di atas. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dan bila ahli hadits muda ini menjawab: “Tidak” demikian, berarti pertanyaan yang anda ajukan serta pendalilan ini adalah salah serta sesat dan menyesatkan. Dan ini membuktikan betapa ngawur dan sesatnya pemahaman yang diajarkan oleh Imam Bithonah kepada anggotanya.

Standar kebenaran dalam agama islam ialah Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman yang selaras dengan pamahaman Salafus Sholeh (para sahabat dan murid-muridnya), -sebagaimana yang telah saya jabarkan pada artikel saya tentang ilmu mangkul (silahkan lihat artikel “Dialog Bersama LDII dan Nasihat Untuk Kembali ke Manhaj Salafus Sholih“)- dan bukan permusuhan yanng ditujukan kepada seseorang. Bahkan bila kita sedikit berfikir lebih jernih, permusuhan yang dilontarkan oleh kelompok LDII kepada selain mereka lebih besar dibanding permusuhan yang dilontarkan oleh kelompok lain kepada LDII. Hal ini karena LDII telah mengkafirkan selain kelompoknya, dan bila seseorang itu telah kafir, maka halal darah, jiwa, harta, serta kehormatannya untuk dirampas. Sedangkan permusuhan kelompok lain kepada LDII hanya sebatas meyakini bahwa LDII adalah aliran sesat, menyeleweng dari kebenaran/agama islam yang benar, dan belum sampai pada tahap meyakini mereka telah kafir keluar dari agama islam.

Sadarlah wahai saudaraku! berfikirlah jernih! gunakan akal sehatmu! Dan lapangkan dadamu untuk berdoa memohon hidayah/petunjuk dari Allah Ta’ala, agar anda ditunjukkan kepada kebenaran dan dihindarkan dari kesesatan. Berdoalah dengan doa yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad shollallahu’alaihiwasallam berikut ini:

اللهم ربَّ جبرائيلَ وميكائيلَ وإسرافيلَ فاطَر السَّماواتِ
والأرضِ، عالمَ الغيبِ والشَّهادة، أنتَ تحْكُمُ بين
عِبَادِك فيما كانوا فيه يَخْتَلِفُون، اهْدِنَا لِمَا
اخْتُلِفَ فيه من الحق بإِذْنِكَ؛ إنَّك تَهْدِي من تَشَاء
إلى صراط مستقيم. وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله
وأصحابه أجمعينز والله أعلم بالصَّواب، وآخر دعوانا أن الحمد
لله رب العالمين. رواه مسلم

“Ya Allah, Tuhan malaikat Jibril, Mikail, Israfil, Dzat Yang telah Menciptakan langit dan bumi, Yang Mengetahui hal yang gaib dan yang nampak, Engkau mengadili antara hamba-hambamu dalam segala yang mereka perselisihkan. Tunjukilah kami –atas izin-Mu- kepada kebenaran dalam setiap hal yang diperselisihkan padanya, sesungguhnya Engkau-lah Yang menunjuki orang yang Engkau kehendaki menuju kepada jalan yang lurus. Shalawat dan salam dari Allah semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya. Dan Allah-lah Yang Lebih Mengetahui kebenaran, dan akhir dari setiap doa kami adalah: “Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam”. (Riwayat Muslim)

Semoga Allah Ta’ala melimpahkan keikhlasan kepada kita semua dan melapangkan dada kita guna menerima setiap kebenaran yang datang kepada kita. Wallahu a’alam bisshowab

132 Comments »

  1. […] Juli 14, 2009 Mengurai Benang Kusut ISLAM JAMAAH Posted by inayahh under Uncategorized Leave a Comment  [Kliping] Mengurai Benang Kusut IJ-354: Doktrin IJ-354 Menjiplak Ajaran Syi’ah Imamiyah dan Naseha… […]

    Pingback by Mengurai Benang Kusut ISLAM JAMAAH « AGAMA ITU NASEHAT — July 14, 2009 @ 5:15 pm

  2. opo transmigrasi ae neng planet Mars. terus membuat khilafah islamiah neng kono. tapi yen wis ono alien yo kudu melok kekhilafahane alien. alias bai’at karo alien.
    utowo Bai’at karo Jin ae piye?
    jare umure jin dowo-dowo, sopo ngerti imam jin sing paling awal.
    Tapi yo kuwi.. batas wilayahe jin ora ngerti. opo yo ono indonesia jin, malaysia jin dll.

    Comment by dodol — March 2, 2009 @ 9:12 am

  3. Pokoknya LDII melakukan sesuatu sesuai dengan amar ma’ruf nahi munkar,saya pun setuju hayo maju terus ldii dalam merubah kemingkaran,namaun alangkah baiknya kami sampaikan juga artikel semoga ada manfaatnya,
    Dilema Simalakama
    http://assunnahsurabaya.wordpress.com/2008/05/28/dilema-simalakama/

    Beberapa kerusakan PEMILU
    http://aboezahra.wordpress.com/2007/12/10/beberapa-kerusakan-pemilu/

    Menggugat Demokrasi – Daftar Isi
    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/

    agar tidak salah tafsir simaklah
    Sikap Kepada Penguasa Yang Dhalim

    Perintah Mentaati Dan Memuliakan Penguasa Serta Tidak Memberontak Kepadanya
    http://wahonot.wordpress.com/2008/05/27/perintah-mentaati-dan-memuliakan-penguasa-serta-tidak-memberontak-kepadanya/

    Comment by by — September 1, 2008 @ 2:48 pm

  4. Kamis, 28/08/2008 19:00 WIB
    Terima Ormas Islam
    SBY Mencapreskan Diri Jika Dikehendaki Masyarakat
    Anwar Khumaini – detikNews

    Jakarta – Pemilu legislatif dan Pilpres 2009 tak lama lagi akan digelar. Masing-masing calon sudah mulai unjuk gigi. Demikian juga Presiden SBY, meski tidak langsung menyatakan akan maju di Pilpres 2009, namun dia mengisyaratkan akan kembali ikut merebut kursi empuk kepresidenan.

    Hal tersebut terungkap saat Presiden SBY mendapatkan kunjungan dari ormas Islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). SBY kembali mengatakan, jika rakyat masih mengharapkan, dia akan maju di Pilpres 2009.

    LDII, melalui ketua umumnya Prof Abdullah Syam, bertanya mengenai kesiapan SBY apakah hendak maju lagi dalam Pilpres 2009. “Beliau menjawab dengan arif, diplomatis, dan agak panjang,” kata Prasetyo saat jumpa pers usai bertemu Presiden SBY di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (28/8/2008).

    Menurut Abdullah, SBY memberi sinyal akan maju lagi dalam Pilpres 2009. “Seandainya kepemimpinannya bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia serta program-programnya sudah terlaksana dengan baik dan masyarakat menghendakinya, maka SBY akan kembali mencalonkan diri,” ujar Abdullah menirukan SBY.

    Dalam pertemuan tersebut, juga disampaikan hal-hal mengenai proses demokratisasi dan penegakan hukum yang sudah dijalankan pemerintahan SBY.

    “Pokoknya LDII melakukan sesuatu sesuai dengan amar ma’ruf nahi munkar, apa yang baik kami sampaikan, apa yang perlu diperbaiki juga kami sampaikan,” ujar juru bicara LDII, Prasetyo Sunaryo.

    Usai menerima LDII, SBY juga menerima Konsorsium Pesantren Indonesia dan Pameran Pesantren se-Indonesia yang sudah berlangsung pada 20-28 Agustus lalu di Bandung.

    Pada kesempatan itu, Konsorsium Pesantren menyampaikan amanah dari masyarakat pesantren kepada Presiden. Amanah itu adalah meminta kepada Presiden untuk menciptakan perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkesinambungan.

    “Selama ini perubahan yang terjadi berubah-ubah tanpa ada kesinambungan, ” jelas Abdullah Mubarok, ketua panitia Konsorsium Pesantren.

    Comment by salafy watch — August 29, 2008 @ 6:32 am

  5. telah terbit buku

    LDII after new paradigm:catatan para ulama

    dapatkan di toko buku gramedia

    penerbit: pustaka madani

    Comment by mago — August 22, 2008 @ 2:22 am

  6. maaf salah tulis penafsiran bukan penafian

    Comment by by — July 10, 2008 @ 11:39 am

  7. saya yakin penafian salaf tidak seperti salafy yahudi ini?tunjukan hujah salaf kalian jika amda benar?\

    Comment by by — July 10, 2008 @ 11:36 am

  8. KAJIAN ILMIAH TENTANG HAROKAH SALAFY
    Salafi meyakini bahwa hanya ada satu golongan yang selamat dan masuk
    syurga, yakni salafi, dari sekian banyak golongan yang ada saat ini (73
    golongan). Salafi menggunakan landasan hadits Nabi saw,

    “Umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya
    masuk neraka kecuali satu golongan.” Ditanyakan kepada beliau:
    “Siapakah mereka, wahai Rasul Allah?” Beliau menjawab: “Orang-orang
    yang mengikutiku dan para sahabatku.” [HR Abu Dawud, At-Tirmizi, Ibnu
    Majah, Ahmad, Ad-Darami dan Al-Hakim].

    Kemudian diperkuat lagi dengan kaidah yang mereka gunakan bahwa
    “Kebenaran hanya satu sedangkan kesesatan jumlahnya banyak sekali”,
    kebenaran yang satu ada pada salafi! Keyakinan ini berdasarkan hadits
    Nabi Saw,

    Rasulullah saw bersabda: “Inilah jalan Allah yang lurus” Lalu beliau
    membuat beberapa garis kesebelah kanan dan kiri, kemudian beliau
    bersabda: “Inilah jalan-jalan (yang begitu banyak) yang bercerai-berai,
    atas setiap jalan itu terdapat syaithan yang mengajak kearahnya”.
    Kemudian beliau membaca ayat,

    Dan (katakanlah): “Sesungguhnya inilah jalanku yang lurus maka ikutilah
    dia. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena
    jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang
    demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (Qs.
    al-An’aam [6]: 153) [HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim] ( lihat 1, hal
    47-48).

    Sehingga salafi meyakini bahwa semua golongan sesat, bid’ah, tidak
    selamat dan tidak masuk syurga. Dengan keyakinan ini maka salafi merasa
    dirinya paling benar (karakter 1), sedangkan ulama/golongan lain selalu
    salah, sesat dan bid’ah. Sehingga golongan sesat dan bid’ah ini layak
    untuk dicela (karakter 2), harus diungkapkan semua keburukannya dan
    jangan diungkapkan secuil-pun kebaikannya, karena khawatir nanti
    diikuti oleh umat Islam (lihat 4, hal 28-29). Sehingga bertaburanlah
    dalam pengajian, daurah, seminar, buku-buku dan website-website salafi
    pernyataan bahwa hanya salafi-lah yang paling sesuai dengan as-sunnah
    dan celaan sesat dan bid’ah kepada ulama/golongan selain salafi.

    Berpecah Belah Sesamanya

    Tetapi ada satu hal yang aneh dan sangat bertolak belakang dengan
    keyakinan diatas, pada saat kita mencoba lebih jauh mengenal salafi
    maka akan dijumpai fakta bahwa secara internal salafi berpecah belah
    sesamanya. Salafi yang satu meyakini bahwa dirinya paling benar dan
    yang lain sesat, sehingga mereka mencela salafi yang lain dan ditahdzir
    (diperingatkan) agar segera bertaubat. Sedangkan salafi yang dicela
    juga mengatakan hal yang sama, bahwa merekalah yang paling benar dan
    yang lain sesat. Hal ini terjadi, kemungkinan besar karena karakter
    salafi yang merasa dirinya paling benar (karakter 1), sehingga sesama
    mereka sendiri saling berselisih, mau menang sendiri dan mencela satu
    sama lain (karakter 2).

    Abdurahman Wonosari:

    Berkaitan dengan fitnah tahazzub, yang dinukilkan oleh Syaikh Muqbil
    bin Hadi, dengannya memecah-belah barisan salafiyyin dimana-mana,
    termasuk di Indonesia. Kemudian fitnah yang ditimbulkan oleh Yayasan
    Ihya’ ut Turots yang dipimpin oleh Abdurahman Abdul Kholiq serta
    Abdullah as Sabt. Abdurahman Abdul Khaliq telah dinasihati secara keras
    dan sebagian Ulama’ menyebutnya sebagai mubtadi’. Adapun Jum’iyyah
    Ihya’ ut Turots dan Abdurahman Abdul Khaliq telah berhasil menyusupkan
    perpecahan sehingga mencerai-beraikan Salafiyyin di Indonesia. Apakah
    Jum’iyah Ihya’ ut Turots (disingkat JI) ini memecah-belah dengan
    pemikiran, kepandaian,gaya bicara mereka saja? (lihat 6).

    Abu Ubaidah Syafrudin:

    Bahkan sampai ta’ashub dengan kelompoknya, golongannya, sehingga
    menyatakan bahwa salafy yang murni adalah kelompok salafy yang ada di
    tempat fulani dan berada di bawah ustadz fulan (lihat 6).

    Perpecahan internal ini bisa sangat tajam, sehingga kata-kata yang
    diucapkan bisa sangat kasar, sehingga tidak layak diucapkan oleh
    seorang hamilud da’wah (pengemban da’wah),

    Abdul Mu’thi:

    Khususnya yang berkenaan tentang Abu Nida’, Aunur Rafiq, Ahmad Faiz
    serta kecoak-kecoak yang ada di bawah mereka. Mereka ternyata tidak
    berubah seperti sedia kala, dalam mempertahankan hizbiyyah yang ada
    pada mereka (lihat 6).

    Muhammad Umar As-Sewed:

    Adapun Abdul Hakim Amir Abdat dari satu sisi lebih parah dari mereka,
    dan sisi lain sama saja. Bahwasanya dia ini, dari satu sisi lebih parah
    karena dia otodidak dan tidak jelas belajarnya, sehingga lebih parah
    karena banyak menjawab dengan pikirannya sendiri. Memang dengan hadits
    tetapi kemudian hadits diterangkan dengan pikirannya sendiri, sehingga
    terlalu berbahaya.

    Ini kekurangan ajarannya Abdul Hakim ini disebabkan karena dia
    menafsirkan seenak sendiri dan memahami seenaknya sendiri. Tafsirnya
    dengan Qultu, saya katakan, saya katakan , begitu. Ya.., di dalam
    riwayat ini,ini, dan saya katakan, seakan-akan dia kedudukannya seperti
    para ulama, padahal dari mana dia belajarnya.

    Ketika ditanyakan tentang Abdul Hakim , “Siapa?”, lalu diterangkan
    kemudian sampai pada pantalon (celana tipis yang biasa dipakai untuk
    acara resmi ala Barat, red), “Hah huwa Mubanthal (pemakai panthalon,
    celana panjang biasa yang memperlihatkan pantatnya dan kemaluannya
    itu)” (lihat 2).

    Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji:

    KITA KATAKAN: apalagi yang kalian tunggu wahai hizbiyyun? Abu Nida’,
    Ahmad Faiz dan kelompok kalian At-Turatsiyyin!! Bukankah kalian
    menunggu pernyataan dari Kibarul Ulama’? Bahkan ‘kita hadiahkan’ kepada
    kalian fatwa dari barisan ulama salafiyyin yang mentahdzir Big Boss
    kalian!! Kenapa kalian tidak bara’ dan lari dari At-Turats?! Mengapa
    kalian masih tetap menjilat dan mengais-ngais makanan, proyek-proyek
    darinya?! (lihat 5).

    Walhasil, perpecahan diantara salafi terjadi beberapa kelompok dan
    diantara mereka merasa paling dirinya paling benar. Kelompok-kelompok
    yang berpecah belah dan saling menganggap sesat itu antara lain:

    Kelompok Al-Muntada (sururiyah) yang didirikan oleh Salafi London yakni
    Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin, kemudian di Indonesia membentuk
    kelompok Al-Sofwah dan Al-Haramain dengan pentolannya Muhammad Kholaf,
    Abdul Hakim bin Abdat, Yazid bin Abdul Qadir Jawwas, Ainul Harits
    (Jakarta) dan Abu Haidar (As-Sunnah Bandung).

    Ini juga dari kedustaan dia, membangun masjidnya ahlul bid’ah, Hadza
    Al-Sofwah, dan Yazid Jawwas mengatakan “Al-Sofwah itu Salafy”, padahal
    tadinya ketika dia masih sama kita dia mengatakan bahwa Al-Sofwa itu
    ikhwani, Surury, tapi ketika dia bersama mereka sudah meninggalkan
    Salafiyyin, terus omongnya sudah lain.

    Sehingga apa yang mereka sebarkan dari prinsip-prinsip ikhwaniyyah dan
    Sururiyyah ini, adalah sesuatu yang bertolak belakang dengan Sunnah
    Rasulullah, dan bertentangan dengan 180 derajat (lihat 2).

    Kemudian kelompok Jami’atuts Turots Al-Islamiyah (lembaga warisan
    Islam) yang didirikan oleh salafi Kuwait Abdurrahman Abdul Khaliq, di
    Indonesia membentuk kelompok Ma’had Jamilurahman As-Salafy dan Islamic
    Center Bin Baaz (Jogya) dengan pentolannya Abu Nida’ Aunur Rafiq
    Ghufron (Ma’had Al-Furqan Gresik), Ahmad Faiz (Ma’had Imam Bukhari
    Solo), dan lain-lain.

    Lantas bagaimana menyikapi orang-orang at Turots/Abu Nida’ cs ini?
    Syaikh Muqbil memberikan kaidah tentang orang-orang yang padanya ada
    pemikiran hizbiyah, bahkan Abdurahman Abdul Kholiq dicap adalah
    mubtadi’. Dengan keadaan Abu Nida’ yang demikian, apakah sudah bisa
    memastikan bahwa Abu Nida’ adalah hizbi? Ya (Syaikh Yahya al Hajuri).

    Disinilah perlunya membedakan antara Salafiyyin dan At Turots,
    sebagaimana Allah tegaskan tidak akan sama orang yang berilmu dan
    beramal, dibanding orang yang beramal dengan kejahilan (lihat 6).

    Ada lagi kelompok salafi lain seperti FK Ahlussunnah wal jamaah (FKAWJ)
    dan Lasykar Jihad yang didirikan oleh Ja’far Umar Thalib, yang juga
    dianggap sesat oleh salafi lainnya.

    Abdurahman Wonosari:

    Sebagian orang menganggap kita yang telah berlepas diri dari kesesatan
    Ja’far Umar Thalib (JUT). Namun ketika jelas setelah nasihat dari para
    Ulama’ atas JUT, namun dia enggan menerimanya bahkan justru dia
    meninggalkan kita, maka Allah memudahkan kita berlepas diri
    daripadanya. Bahkan memudahkan syabab kembali kepada Al Haq, tanpa
    harus bersusah-payah. Padahal sebelumnya, banyak yang ingin menjatuhkan
    JUT dari sisi akhlak dan muammalahnya.

    Qadarallah, selama ini kita disibukkan dengan jihad (th 2000 – 2002),
    yang dengan jihad tercapai kebaikan-kebaikan, tidak diingkari juga
    adanya terjerumusnya dalam perkara siyasah/politik. Dan hal ini,
    membikin syaikh Rabi’ bin Hadi menasehatkan dengan menyatakan: “Dulunya
    jihad kalian adalah jihad Salafy, kemudian berubah menjadi jihad
    ikhwani.” Mendengar peringatan yang demikian, alhamdulillah, Allah
    sadarkan kita semua, langsung bangkit dan kemudian berusaha membubarkan
    FKAWJ (Forum Komunikasi Ahlusunnah wal Jama’ah, red) dan menghentikan
    komandonya JUT (Laskar Jihad Ahlusunnah wal Jama’ah, red).
    Alhamdulillah.” (lihat 6).

    Kemudian kelompok salafi lainnya Ponpes Dhiyaus Sunnah (Cirebon) dengan
    Muhammad Umar As-Sewed. lihat 2 dan 6 Kelompok yang satu ini merasa
    salafi yang paling asli diantara salafi-salafi asli lainya, karena
    merujuk kepada ulama-ulama salafi Saudi.

    Saking kerasnya pertentangan diantara kelompok salafi itu, mereka
    memperlakukan kelompok salafi lain telah keluar dari salafi dan
    dianggap sesat dan bid’ah oleh salafi lainnya,

    Muhammad Umar As-Sewed (Cirebon):

    Dalam syarhus Sunnah dalam aqidatus salaf ashabul hadits, kemudian
    dalam Syariah Al-Ajurry, kemudian Minhaj Firqatun najiyah Ibnu
    Baththah, itu semua ada. Yang menunjukkan mereka semua sepakat untuk
    memperingatkan ummat dari ahlul bid’ah dan mentahdzir ahlul bid’ah,
    membenci mereka, menghajr mereka, memboikot mereka dan tidak bermajlis
    dengan mereka, itu sepakat. Sehingga apa yang mereka sebarkan dari
    prinsip-prinsip ikhwaniyyah dan Sururiyyah ini, adalah sesuatu yang
    bertolak belakang dengan Sunnah Rasulullah, dan bertentangan dengan 180
    derajat (lihat 2).

    Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, di negara-negara Arab-pun
    juga demikian, diantara ulama salafi sendiri mengklaim merekalah salafi
    yang asli dan harus diikuti, sedangkan yang lain sesat dan harus
    dihindari pengajian-pengajian, buku-buku dan kaset-kasetnya. Salafi
    yang merasa asli menyatakan bahwa merekalah pengikut shalafush shalih
    yang benar, sedangkan salafi yang lain hanya mengaku-ngaku saja sebagai
    salafi. Begitu juga sebaliknya!

    Ada kelompok ulama semisal Abdullah bin Abdil Aziz bin Baz, Shalih bin
    Fauzan Al Fauzan, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Muhammad bin Shalih
    Al-Utsaimin, Muhammad bin Rabi’ Al-Madkhali, dan lain-lain. (Saudi),
    Muqbil bin Haadi, Yahya Al-Hajuri (Yaman), Muhammad bin Abdurrahman
    Al-Maghrawi (Maroko), Falah bin Ismail, Falah bin Tsani As-Su’aidi,
    Walid Al-Kandari, Mubarak bin Saif Al-Hajiri (Kuwait).

    Disisi lain terdapat pula ulama salafi yang mereka anggap sesat semisal
    Abdurrahman Abdul Khaliq (Kuwait), Muhammad Quthb (ex IM yang dianggap
    masuk salafi), Muhammad Surur bin Nayif Zainal (London), dan lain-lain
    (lihat 5). Abdurrahman Abdul Khaliq misalnya, beliau mendirikan
    Jami’atuts Turots Al-Islamiyah (lembaga warisan Islam) di Kuwait juga
    menggunakan landasan yang sama sebagai salafi, yakni menyatukan langkah
    dengan menjadikan Al-Quran dan sunnah serta mengikuti salafush shalih
    sebagai sumber tasyri’, mengembalikan setiap persoalan kepada
    kalamullah dan rasul-Nya (lihat 7, hal 11). Tetapi Abdurrahman Abdul
    Khaliq dianggap sesat dan bid’ah oleh salafi yang lain, karena beliau
    membentuk hizbi (lihat 6).

    Begitu juga Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin yang mendirikan
    Al-Muntada di London, juga mengaku sebagai salafi. Tetapi karena beliau
    mengkritik dengan keras kebijakan kerajaan Saudi yang bersekutu dengan
    kafir AS untuk memerangi Iraq pada perang teluk, beliau juga mencela
    ulama-ulama yang menjadi budak kerajaan Saudi dengan mecari-carikan
    dalil yang sesuai dengan kebijakan penguasa kerajaan (lihat 4, hal
    78-82 catatan kaki). Disamping itu beliau menggunakan prinsip IM:
    “Nata’awan fima tafakna wa na’dziru ba’dina ba’don fi makhtalahna”
    atau “Kita saling kerjasama apa yang kita sepakati dan kita
    hormat-menghormati saling memaklumi apa yang kita berbeda” (lihat 2).
    Sehingga beliau dianggap sesat dan bukan lagi sebagai salafi.

    Sungguh menggelikan, satu-satunya golongan yang mengaku selamat dan
    masuk syurga, menganjurkan umat Islam untuk tidak berpecah belah dan
    hanya menyatu dalam satu golongan saja (salafi), serta menganggap
    golongan lain sesat dan bid’ah. Tetapi secara internal berpecah belah
    sesamanya, baik di Indonesia maupun di daerah Arab dan sekitarnya.
    Sangat kontradiksi bukan?, disatu sisi menganjurkan umat Islam untuk
    bersatu tetapi disisi lain internal salafi berpecah belah.

    Kecenderungan salafi untuk mencela golongan lain sebagai sesat dan
    bid’ah sehingga ‘terkesan’ salafi memecah belah persatuan umat, apakah
    hal ini dimaksudkan karena mereka tidak rela bahwa hanya salafi saja
    yang berpecah belah, sedangkan golongan lain tidak? Silahkan nilai
    sendiri! Wallahu’alam

    Khatimah:

    1. Karakter salafi berupa “Merasa dirinya paling benar” (karakter 1)
    dan kebiasaan “mencela golongan/ulama lain” (karakter 2) yang
    berseberangan pendapat dengan mereka bukanlah issue semata, tetapi
    dapat dibuktikan melalui fakta yang terjadi diinternal salafi sendiri.

    2. Karakter salafi yang merasa paling benar sendiri, menimbulkan
    perpecahan internal salafi. Ini merupakan hal yang wajar, golongan
    manapun jika mendahulukan egoisme dan hawa nafsu belaka maka akan
    berpecah belah. Sedangkan golongan-golongan Islam lain, tidak mengalami
    perpecahan internal separah yang dialami salafi, bahkan secara internal
    mereka solid. Kita bisa merujuk kepada NU, Muhammadiyah, Ikhwanul
    Muslimin/Tarbiyah/PKS, Hizbut Tahrir, Persis, Al-Irsyad, Jamaah
    Tabligh, dan lain-lain, mereka lebih tahan terhadap perpecahan internal
    karena karakter mereka memang beda dengan salafi (karakter 1 dan 2)

    3. Perpecahan salafi menjadi beberapa kelompok antara lain: kelompok
    Al-Sofwah & Al-Haramain Jakarta; Imam Bukhari Solo, Al-Furqan Gresik,
    Islamic Center Bin Baaz & Jamilurahman As-Salafy Jogya; FKAWJ & Lasykar
    Jihad Jakarta; Dhiyaus Sunnah Cirebon. Ini belum termasuk kelompok
    salafi yang telah ditahdzir dan kemudian taubat, tetapi tidak bergabung
    dengan salafi “asli” dan membentuk kelompok-kelompok sendiri.

    4. Orang awam yang baru mengenal salafi menjadi kebingungan, bagaimana
    mungkin satu golongan yang meyakini selamat dan masuk syurga, tetapi
    secara internal mereka sendiri berpecah belah. Lantas mana golongan
    salafi yang asli, yang selamat dan masuk syurga itu?. Kembali kepada
    kaidah yang diyakini salafi: “Kebenaran hanya satu sedangkan kesesatan
    jumlahnya banyak sekali”, maka berarti salah satu salafi saja yang asli
    dan yang lain sesat dan bid’ah, atau bisa jadi semuanya salafi palsu!

    5. Dengan memahami karakter asli salafi, kita bisa berlapang dada jika
    dicela sesat dan bid’ah oleh salafi, karena jangankan anda, sesama
    salafi sendiri saja saling mencela sebagai sesat dan bid’ah. Lantas
    apakah perlu dilayani jika anda dicela sesat dan bid’ah? Tidak perlu,
    karena tidak ada gunanya berdiskusi dengan orang yang merasa paling
    benar dan golongan lain selalu salah. Diskusi yang sehat adalah untuk
    “mencari kebenaran bukan kemenangan”, mencari hujjah yang paling kuat
    (quwwatut dalil). Jika meyakini hujjah lawan diskusi lebih kuat maka
    dengan lapang hati menerimanya, tetapi jika tidak ada titik temu dalam
    diskusi maka masing-masing harus menghargai perbedaan ijtihadnya. Jadi,
    sebaiknya dalam menghadapi salafi adalah dengan tidak menghadapinya.

    Comment by salafy yahudiyyah — July 9, 2008 @ 3:20 am

  9. Bahaya Lisan
    Dari Abu Hurairah bahwasanya dia mendengar Rasululloh bersabda,
    Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan sesuatu perkataan yang tidak diperhatikan (kejelekan dan akibat)nya, menyebabkan dia tergelincir ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak dari timur ke barat.
    http://vbaitullah.or.id/content/view/491/89/

    Comment by hambaAlloh — June 17, 2008 @ 11:59 am

  10. BENARKAH AS-SALAFIYYUN SENANG BERPECAH BELAH?
    Oleh karena itu, jika terjadi kekeliruan dari sebagian As-Salafiyyun di sebagian negara, hal ini tidak berarti –sama sekali- bahwa kesalahan ada pada Ad-Da’wah As-Salafiyyah. Bahkan Ad-Da’wah As-Salafiyyah berlepas diri dari kesalahan para As-Salafiyyun!.
    http://www.almanhaj.or.id/content/2112/slash/0

    AHLI BID’AH MENGAKU-NGAKU AHLI SUNNAH
    Sesungguhnya banyak kelompok-kelompok bid’ah mengaku-ngaku berada di atas manhaj salaf sholih, namun pengakuan mereka ini tidak dapat diterima (begitu saja) karena pengakuan mereka ini hanyalah klaim belaka yang tidak disokong bukti (dalil). Sekiranya pengakuan belaka bermanfaat dengan sendirinya, maka niscaya (pengakuan) Yahudi dan Nasrani juga bermanfaat tatkala mereka mengklaim bahwa surga itu hanya khusus bagi mereka saja, sebagaimana yang ….http://abusalma.cjb.net/

    Perbedaan Antara Memberi Nasehat Dengan Menjelekkan Orang Lain
    Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna, selalu ada kelemahan dan kekurangannya. Setiap manusia mesti mempunyai kesalahan dan sebaik-baik mereka adalah yang bertaubat kepada Allah, menyadari akan kesalahannya, lalu menyesal dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
    http://almalanji.wordpress.com/2007/03/27/22/

    Comment by hamb Alloh — June 17, 2008 @ 2:12 am

  11. salafi memang dimana saja bikin onar, sebenarnya yang jadi korban pun bukan hanya LDII oleh fitnah dan hasutannya komplotan salafi. manhaj lain pun sama dicaci maki. mereka mengklaim siapa saja yang menghina salafi maka hukumnya adalah khawarij.khawarij mata lu…justru salafi sendiri yang khawarij, yang suka mengkafir2kan orang yang bukan golongannya. lagian herannya kalo salafi ngga suka sama keamiran yang ada di IJ ya bikin aja keamiran sendiri…beres.ngga usah nyari ribut atas nama amar ma’ruf nahi munkar. lagian kalau ada keamiran di IJ lantas kenapa? haram hukumnya? wong ada dalilnya. lagian semua orang tau ko di IJ ada keamiran. lantas kenapa? apa yang ditakuti dalam keamiran?subversi? wong keamiran cuma kepemimpinan yang sifatnya spiritual. bukan politis. urusan politis orang2 LDII setia pada UUD 1945 dan Pancasila tau..demi Allah, perintah yang ada di LDII itu adalah supaya warga LDII menjadi warga negara yang baik dan berbudi luhur.semakin kenceng saalafi menghina LDII justru semakin keliatan kalo salafi itu sebenarnya sirik ama LDII. terus terang gua dulu seneng sama salafi dan berharap terjadi penggabungan antara salafi dan LDII karena secara teologi akar dan visi mereka sama. tapi entah kenapa justru dalam dakwah mereka justru menghujat dan memfitnah LDII serta menghasut masyarakat supaya terjadi benturan sesama orang Islam. itulah kebusukan salafi. mereka kepanjangan tangan dari zionis yang ingin mengadu domba umat islam.supaya islam terpecah belah.

    percaya atau tidak, orang2 LDII yang suka mengkafir2kan orang lain justru orang2 LDII yang sekarang keluar dari LDII dan bergabung dengan salafi.lalu mereka membuat komplotan untuk menyebar fitnah.

    Comment by vedder — June 13, 2008 @ 8:27 am

  12. ngono maneh se mrejel dikandake koyo adade,wong kaggol,ga dapat kedudukan,dll jelaskan aja kalau nga bener

    Comment by by by — June 12, 2008 @ 1:18 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: