LDII Watch

March 28, 2007

[Kliping] RAKERNAS LDII 2007

Filed under: Kliping Artikel Pro LDII — ldiiwatch @ 7:03 am

Sumber: http://www.ldii.or.id//index.php?option=com_content&task=view&id=58&Itemid=2

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kerukunan antar dan inter ummat beragama dewasa ini tampaknya semakin kondusif. Namun demikian, dalam skala kecil, masih saja terjadi situasi perseteruan, konflik, perpecahan, tindak kekerasan, dan permusuhan diberbagai tempat di tanah air, baik secara horizontal antar dan inter ummat beragama maupun secara vertikal antara sebagian masyarakat dengan aparat atau penyelenggara pemerintahan. Sebenarnya harapan kita, tidak akan terjadi situasi demikian itu karena tidak sesuai dengan falsafah budaya bangsa kita, yaitu hidup rukun dan damai sehingga mampu bersatu dan membangun dalam kemajemukan.

Tidak hanya itu, jika kondisi tersebut dibiarkan maka akan dapat meningkatkan pertikaian, perseteruan, konflik, perpecahan dan disintregrasi sehingga mempersempit ruang gerak warga. Hal itu berakibat pula akan menggoyahkan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan yang lebih dikhawatirkan, konflik dan perpecahan itu bisa berimbas pada saling menindas dan atau menghilangkan eksitensi suatu kelompok masyarakat. Bila eskalasinya meluas, situasi tersebut bisa memperburuk nasib jutaan rakyat Indonesia.

Disisi lain, pemuka, tokoh, dan pemimpin agama mempunyai peran sangat berarti dalam menjaga kerukunan, kekompakan, kerjasama antar ummatnya, atau dengan kata lain, dalam komunitas ummat Islam, dikenal sebagai meningkatkan ukhuwah islamiyyah. Ditengah keadaan bangsa dan negara yang masih dilanda berbagai cobaan dan musibah yang memiliki potensi konflik yang tinggi, maka terpeliharanya ukhuwah islamiyah menjadi realita bahwa kebersamaan masih ada dan besar peluang itu untuk ditingkatkan. Karena, bila ummat dapat rukun, kompak, dan dapat bekerjasama dengan baik, maka kemungkinan besar masyarakat secara luas akan rukun pula.

Masyarakat ini bagaikan sebuah jaringan sel yang hidup dan berinteraksi secara aktif. Sedangkan komunitas atau ummat, baik individu maupun secara sosial, merupakan sel-sel tersebut. Sel yang sehat akan memberi kontribusi untuk terwujudnya masyarakat yang sehat pula, yang bermuara pada bangsa dan negara yang kuat, interen di dalamnya terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa. Kita mengusahakan terpeliharanya ukhuwah islamiyah dengan gizi kerukunan, kekompakan, dan kerjasama dengan baik, merupakan syarat penting untuk lestari dan kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Dari pengalaman hampir satu dekade ini, dapat kita sadari bahwa permusuhan, perseteruan, konflik, perpecahan, bahkan disintregasi dan atau separatisme, membawa kita mundur dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Kenyataan itu, boleh dikatakan kita sadari pula bahwa bila terjadi permusuhan, konflik, kekerasan, pertikaian, perpecahan, bukan hanya kelompok ummat saja yang dirugikan, bukan pula sekelompok masyarakat yang menderita, melainkan bangsa dan negara ini juga menanggung beban penderitaan. Akibatnya, bangsa dan negara ini terpaksa harus mengeluarkan ongkos sosial dan keamanan yang tidak sedikit.

Tentu saja masih banyak sisi lain dari ukhuwah islamiyah yang dapat memajukan dan mendorong terwujudnya kesejahteraan ummat dan menguatnya persatuan kesatuan bangsa. Tanpa kesejahteraan ummat serta persatuan dan kesatuan bangsa, pemerintah akan kesulitan memenuhi kebutuhan rakyatnya, mulai dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan sosial dan ekonominya. Dalam hal ini, terwujudnya ekonomi syariah merupakan pulang besar pula dalam memenuhi kebutuhan masyarakat pada umumnya.

Karena itu tema dalam Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (Rakernas LDII 2007) kali ini adalah “Dengan Penguatan Ukhuwah Islamiyah, Kita Kokohkan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Dalam Memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Ada pun subtemanya adalah “Terwujudnya Ekonomi Syariah Sebagai Salah Satu Solusi Dalam Peningkatan Kesejahteraan Ummat Yang Sekaligus Meningkatkan Penguatan Pembangunan Nasional”.

Masyarakat dan berbagai pihak mengharapkan agar ummat yang menjadi bagian dari ukhuwah Islamiyah jangan menjadi bagian sebagai pemicu munculnya persoalan dan masalah di dalam masyarakat, melainkan hendaknya berada sebagai penyelesai masalah (problem solver). Melalui ukhuwah islamiyah diharapkan pula menjadi “perekat sosial” yang mampu menjaga masyarakat tetap dalam kebersamaan, damai dan keteraturan. Sehingga ummat di bumi pertiwi menjadi pelaku pembangunan dan penerima manfaat pembangunan, bukan menjadi beban pembangunan. Sejarah menunjukan bahwa permusuhan, perpecahan konflik, kekerasan, adalah rentan dan lahan sangat empuk bagi disintegrasi bangsa.

Secara umum, tujuan Rakernas LDII tidak hanya sebagai ajang konsolidasi organisasi, tapi juga antara lain sebagai salah satu kontribusi LDII bagi bangsa Indonesia agar ukhuwah islamiyah tidak hanya menjadi peristiwa, kejadian, tapi menjadi perilaku, dengan kata lain bangsa yang memiliki perilaku dan budi pekerti yang baik. Ukhuwah yang kami harapkan adalah untuk menciptakan dan mengembangkan kerukunan, kekompakan, dan kerjasama yang baik antar dan inter sesama anak bangsa, yang memperkuat pula jati diri bangsa. Sebelum agama Islam datang, di tanah air ini sudah ada kehidupan bersama, kebudayaan, adat, sopan santun, dan sebagainya. Kita perlu memilahnya, memilihnya, menghargainya, menghormatinya, dan memadukannya dengan nilai luhur ukhuwah islamiyah. Harapannya Ukhuwah islamiyah dapat menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia untuk membuat Indonesia menjadi baldatun thoyyibun wa robbun ghofur negara yang diridhoi Allah subhahana wa taala dan penuh pengampunan.

 

Tujuan Rakernas LDII 2007

 

  1. Terkonsolidasinya organisasi sekaligus refleksi dan rekrontruksi langkah-langkah kegiatan organisasi pada tahun 2007 dan selanjutnya.
  2. Meningkatnya wawasan dan implementasi ukhuwah islamiyah yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus meneguhkan jati diri bangsa.
  3. Terwujudnya kontribusi pemikiran dan pengembangan ukhuwah Islamiyah di tanah air.
  4. Menguatnya kebiasaan ummat untuk berperilaku/berbudi pekerti rukun, kompak, dan kerjasama yang baik antar maupun inter ummat beragama sehingga memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
  5. Meningkatkan wawasan dan implementasi ekonomi syariah yang memperkuat kesejahteraan ummat sekaligus menguatkan pembangunan nasional.

 

Hasil yang ingin dicapai dalam Rakernas LDII 2007

 

  1. Pernyataan dan Rekomendasi dari LDII mengenai berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, termasuk mengenai peningkatan ukhuwah islamiyah dan pemberdayaan ummat dalam konteks persatuan dan kesatuan bangsa.
  2. Rumusan agenda dan langkah-langkah prioritas yang lebih kongkrit sehingga dapat diimplementasikan dalam prograrm prioritas organisasi dengan tetap mengacu pada hasil MUNAS VI LDII
  3. Terwujudnya konsolidasi dan koordinasi organisasi yang lebih solid, rapih dan berkualitas.
  4. Mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang ukhuwah islamiyah dan pemberdayaan ummat dalam konteks persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus berkontribusi dalam membangun hubungan sosial yag harmonis antar dan inter ummat beragama.

Buku panduan Rakernas LDII dapat didownload pada website ini.

 

 

Last Updated ( Monday, 12 March 2007 )

82 Comments »

  1. Beginilah keadaan orang-orang LDII. Sadis dan kasar dalam ber-iman Islam. Tidak terpancar kehangatan ukhuwah sesama muslim ahlussunnah wal jamaah… Tidak bisa dipungkiri; hal ini disebabkan karena LDII salah dalam menafsirkan dan mempraktekkan dalil dari Al Qur’an dan Hadist. Dalam memahami konsep keamiran dalam Islam misalnya; atau dalam memahami konsep berjamaah dalam Islam. Atau dalam memahami konsep bai’at, zakat, waris, ber-imam dan berma’mum, dan mangkul. Sesungguhnya masih banyak sekali penodaan LDII terhadap ajaran Islam yang sesungguhnya. LDII tidak sadar mana yang benar mana yang salah. Justifikasi dan dalil-dalil yang LDII gunakan sangat lemah; bahkan selalu kontradiktif.

    Baca buku ini (tidak mengada-ada dan tidak banyak berdalil-dalil; karena datanya diambil dari data-data asli LDII sendiri)
    http://books.google.co.id/books?id=tv9W5Zyra5kC&pg=PA12&dq=LDII

    Comment by Meluruskan LDII — July 11, 2009 @ 4:17 pm

  2. ldii dibilang sesat, sesat dengkulmu…yang sesat itu salafy, NU, MUI, DDII, LPPI karena mereka tidak memiliki imam yang di baiati, dan ilmunya tidak mangkul

    Comment by ryan — July 3, 2009 @ 12:15 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: