LDII Watch

July 13, 2008

[Kliping] Keamiran H. Mauludin, Cak Azis dan Ulama Salaf

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII, Kliping Artikel Pro LDII — ldiiwatch @ 4:49 pm

Sumber: Milis islam-jamaah@yahoogroups.com
Ditulis oleh: Ahmad Agung <bagaskara_354@********>, 2 Juli 2008

Keamiran H.Mauludin, Cak Azis dan Ulama Salaf

Konsep keamiran yang dipahami oleh saudara kita Mauludin Al Hafidz sebenarnya tidak bertentangan dengan apa yang seharusnya dipraktekkan oleh saudara jamaah di LDII seandainya jamaah LDII lebih mengenal manhaj salaf dan akrab dengan ulama-ulama salaf semacam Syekh Abdul Azis ibni Abdillah bin Baz (Syekh Bin Baz rahimahullah), Syekh Ibnu Utsaimin (Syekh Utsaimin rahimahullah), Syekh Nashirudin Al Albani, Syekh Abu Abdurrahman Yahya bin Ali Al Hujury (Syekh Yahya rahimahullah, yang merupakan penerus dakwah salafiyyah Syekh Muqbil, yang beberapa ulama Indonesia semacam KH. Ja’far Umar Thalib dsb dikabarkan pernah berguru dengan Ma’had Syekh Muqbil di darul hadits di dammaj )

Konsep keamiran yang ada di LDII adalah apa yang disebut sebagai Al-Imarratussughro, yaitu keamiran yang sifatnya berskala kecil yang merupakan  sebuah tahapan yang dilakukan menuju akad pembai’atan yang integral (Al Imamah Uzhma).

Sangat tidak tahu diri seandainya ada yang merasa bahwa kepemimpinan dalam LDII adalah Al Imamah Uzhma, atau bersikap seolah-olah pemimpin yang dibaiati adalah kepemimpinan yang terintegrasi, Al Jamaatu Muslimin dan hanya satu-satunya yang syah dan wajib dibaiati serta memenuhi kriteria antara lain mampu menegakkan hukum had, mempunyai wilayah kekuasaan, dsb (more…)

Advertisements

January 15, 2007

[Kliping] Bukan Keparat

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII — ldiiwatch @ 12:57 am

Sumber: http://yamadhipati.blogspot.com/2006/11/bukan-keparat.html

Ditulis oleh: Alex Ramses

Saya merasa perlu menanggapi keberatan ataupun umpatan atas tulisan saya di Republika dengan judul “Aliran Sesat” beberapa waktu lalu. Ketika membaca surat pembaca di Republika yang berjudul ‘Penjelasan Mengenai LDII” saya tidak kaget. Saya baru Njumbul — meminjam istilah Ulin — ketika membaca pesan di Guestbook Blog saya ini. Wah, saya dibilang Keparat. Saya Insha Allah bukan keparat Mas. Justru semua ini saya dasarkan atas kecintaan saya kepada sesama Muslim. Saya merasa sedih melihat saudara-saudara saya ditipu. Berikut ini saya posting surat jawaban untuk penanggap yang saya kirimkan ke Republika kemarin.

*****

Coretan ini menanggapi “keberatan” pembaca mengenai tulisan saya di republika online tanggal 19 oktober 2006 berjudul Aliran Sesat. Tanggapan tesebut dikirimkan oleh saudara Sudarmo tanggal 31 Oktober 2006 dengan judul Penjelasan Soal LDII. Memang sangat baik jika kita selalu berusaha menjalankan Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Mengaji Alqur’an dan Hadist menjadi kewajiban kita semua ummat Islam. Sebagaimana yang dilakukan oleh Saudara Sudarmo selama dua puluh tahun ini. Sudarmo juga mengatakan bahwa sebaiknya kita mencari tahu kebenaran mengenai LDII langsung kepada sumbernya. Masalahnya adalah jurus taqiyah yang digunakan oleh LDII itu sendiri. Taqiyah, yang sebenarnya sudah sejak zaman dulu digunakan oleh beberapa kelompok Syi’ah yang menyimpang ini membenarkan suatu kelompok untuk tidak mengungkapan ajaran yang sebenarnya dari kelompok tersebut kepada orang luar. Logikanya, apa yang membuat suatu kelompok merahasiakan ajarannya kalau bukan karena takut ketahuan penyelewengannya? Kesesatannya? (more…)

[Kliping] Aliran Sesat

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII — ldiiwatch @ 12:51 am

Sumber: http://yamadhipati.blogspot.com/2006/10/aliran-sesat.html

Ditulis oleh: Alex Ramses

Bagaimana seharusnya negara melindungi rakyatnya dari praktik penyesatan dalam beragama? Apakah penyelewengan ajaran demi kepentingan kelompok tertentu serta penipuan atas nama agama termasuk dalam bingkai freedom of faith yang harus dilindungi? Bagaimanakah mengetahui bahwa suatu sekte tertentu adalah sesat? Apakah seyogyanya negara ikut campur dalam wilayah kepercayaan beragama? Serentetan pertanyaan di atas mengemuka seiring menjamurnya aliran-aliran menyeleweng yang mengatas namakan Islam di indonesia akhir-akhir ini.

Pemeluk agama Islam di negara kita lebih banyak dari jumlah seluruh muslim yang tinggal di negara-negara Arab. Isi kepala berjuta-juta umat ini tentu tidak bisa dirangkai-paksa menjadi sebentuk kesepakatan tunggal. Perbedaan pendapat serta perbedaan cara pandang terhadap Islam tentulah hal yang wajar belaka. Individu-individu dengan pandangan yang sama akan cenderung saling mendekati dan membentuk suatu kelompok. Sampai di sini, tak ada yang keluar dari batas kewajaran. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Sampai suatu ketika, kepala-kepala merasa bahwa merekalah yang persepsinya mengenai Islam paling benar. Tekstualis, kaku dan anti interpretasi. Sedikit saja kelompk lain berbeda pandangan dengan mereka, tiba-tiba yang lain ini dicap sebagai kafir atau minimal tidak Islami. Standar Islami yang mereka pakai sesempit lingkaran virtual yang mereka bangun di dalam kepala mereka. Mereka berdiri di dalam lingkaran tersebut, dan siapa saja yang berada di luar lingkaran, berarti tidak berada dalam wilayah Islami. Pada titik ini, barulah muncul permasalahan.
(more…)

August 26, 2006

[Kliping] Mengurai Benang Kusut LDII: Doktrin LDII Menjiplak Ajaran Syi’ah Imamiyah dan Nasehat Untuk Kembali Ke Manhaj Salafus Sholih

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII — ldiiwatch @ 10:04 am

Penulis: Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

Ikhwah sekalian, tulisan ustadz kali ini mencoba untuk mengurai kekusutan doktrin LDII lainnya, yang ternyata doktrin tersebut menjiplak habis-habisan ajaran Syi’ah Imamiyah yang jauh menyimpang dari ajaran islam. Selain itu, ustadz Muhammad Arifin juga mengulas tentang standar kebenaran yang telah keliru dimaknai oleh pengikut LDII, yaitu menjadikan permusuhan dan penentangan dari kelompok selainnya sebagai standar kebenaran. Sungguh suatu pemikiran yang keliru, karena kita tahu sebelumnya bahwa kelompok Ahmadiyah juga mempraktekkan standar tersebut, dan baru-baru ini kelompok ‘Kerajaan Tuhan’ Lia Eden juga menggunakan standar tersebut sebagai pembenaran bagi kelompoknya. Semoga dengan adanya penjelasan ini dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua.
(more…)

[Kliping] Mengurai Benang Kusut LDII (Sebuah Dialog Dengan Mantan Pengikut LDII)

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII — ldiiwatch @ 10:02 am

Penulis: Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

Dialog kali ini insya Allah akan membahas beberapa permasalahan dan pertanyaan pada artikel sebelumnya (Runtuhnya Dinasti LDII) yang diajukan oleh seorang saudara kita, yaitu Akhi Aris Wahyono yang pernah berkecimpung dan kemudian bertobat dari dunia gelap LDII. Sungguh betapa banyak syubhat-syubhat yang melilit para pengikut LDII, dan insya Allah kita akan mencoba menguraikannya satu persatu. Semoga Allah memudahkan…

(more…)

August 4, 2006

[Kliping] Runtuhnya Dinasti LDII (Dialog 2)

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII — ldiiwatch @ 6:41 pm

Penulis: Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

Sebelum membaca dialog yang kedua ini, kami mohon kepada ikhwah semuanya untuk membaca dialog-dialog sebelumnya, yaitu pada artikel “Dialog Bersama LDII dan Nasihat Untuk Kembali ke Manhaj Salafus Sholih” dan “Runtuhnya Dinasti LDII (Dialog 1)“. Dan ini sangat kami sarankan karena antar artikel tersebut memiliki tautan yang sangat erat, dan tidak akan bisa secara utuh memahami tulisan ustadz ini kecuali dengan membaca dan memahami artikel-artikel sebelumnya.

(more…)

[Kliping] Runtuhnya Dinasti LDII (Dialog 1)

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII — ldiiwatch @ 6:39 pm

Penulis : Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

Segala puji hanya milik Allah Ta’ala, Dzat yang telah melimpahkan berbagai kenikmatan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shollallahu’alaihiwasallam, keluarga, dan seluruh sahabatnya. Amiin…
(more…)

[Kliping] Dialog Bersama LDII dan Nasihat Untuk Kembali ke Manhaj Salafus Sholih

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII — ldiiwatch @ 6:35 pm

 

Penulis : Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Selanjutnya, semoga Allah melimpahkan hidayah dan rahmat-Nya kepada kita semua. Berikut adalah diskusi antara ustadz Muhammad Arifin Badri dengan Abu Altov membahas mengenai beberapa permasalahan yang padanya kaum LDII menyelisihi ajaran islam yang diajarkan oleh Rasululullah shollallahu’alaihiwasallam. Mudah-mudahan kita semua dapat mengambil pelajaran dari dialog ini dan semakin menambah keyakinan kita bahwa kebenaran itu adalah satu dan tidak berbilang, yaitu islam yang pernah diajarkan oleh Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam dan dipahami oleh para sahabatnya, dan bukan yang selainnya. Semoga ini menjadi nasehat kepada kaum LDII untuk kembali kepada islam yang diajarkan oleh Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam.

Ustadz Muhammad Arifin bertanya:
Dari yang saya ketahui, tentang dasar beragama LDII bahwa mereka mengharuskan agar ilmunya mangkul (dinukilkan langsung) dari seorang guru. Bukankah demikian?

Abu Altov menjawab:
“Yang saya ketahui benar demikian, Bapak.
Bila Bapak Muhammad Arifin pernah belajar alquran dan hadits dari siapapun entah ulama mekah madinah atau ulama disini dan apa yang dikatakan bapak dengan guru bapak tidak beda demikian pula yang dikatakan guru bapak tidak beda dengan gurunya, terus demikian dan terus demikian, sampai kepada para ulama salav, para sahabat dan rosulullooh SAW, Insya Allooh sayapun akan belajar kepada Bapak. Karena ilmu ini sangat asing dan jarang (sesuatu yang asing dan jarang pasti tidak mudah didapat dan dipahami) dan pasti suatu saat akan meninggalkan kita. Saya akan bersedih dan menangis karena ilmu ini akan terangkat, tinggallah generasi kita yang hanya mengikuti kitab-kitab karangan, kitab-kitab terjemahan. kitab-kitab cetakan, ucapan-ucapan si A, Si B, si C dan hal ini sekarang ilmu ini siap-siap akan berpindah kenegara lain, selain mekah madinah. Sehingga yang disini Insya Allooh sebagian akan hijrah pula, bila Allah mengizinkan saya dan keluargapun ingin hijrah. Karena pada dasarnya kita hanyalah lembaran putih yang kosong yang belum terisi oleh goresan pena, sebagaimana para ulama terdahulu, seperti ahli membaca quran para ahli hadits, mereka sebagaimana gelas kosong yang belum terisi oleh air. Sedikit demi sedikit mendapat ilmu dengan belajar kepada ulama yang menjadi guru mereka.”

Pada penggalan komentaf saudara Abu Altov di atas ada beberapa hal yang ingin saya komentari dan menurut hemat saya merupakan titik permasalahan yang menjadi pembeda antara paham LDII dan kaum muslimin secara umum:

(more…)

July 10, 2006

[Kliping] Bai’at dalam timbangan syariat Islam – Hukumnya

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII — ldiiwatch @ 3:42 pm

Penulis: Al Ustadz Qomar Su’aidi

Masalah bai’at cukup ramai dalam dunia dakwah, simpang siur pendapat dalam masalah ini cukup membuat bingung para penganut jama’ah dakwah bahkan para aktivisnya. Namun sangat disayangkan kebanyakan mereka tatkala membahas masalah yang satu ini tidak merujuk kepada penjelasan para ulama Ahlussunnah.

Bahkan mereka mengambil hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah ini, lalu mereka memahaminya dengan akal pikiran mereka sendiri. Lebih parah jika kemudian disesuaikan dengan kepentingan pribadinya, kelompoknya atau pahamnya, sehingga bai’at menjadi jaring atau tali pengikat para pengikut jama’ah dakwah untuk tidak lepas darinya. Kalau tetap saja lepas maka… Tak sedikit orang dianggap kafir dan diberlakukan padanya hukum-hukum orang kafir di dunia dan akhirat karena tidak berbai’at.
(more…)

May 10, 2006

[Kliping] BERAGAMA ITU HARUS MANKUL!!!!!

Filed under: Kliping Artikel Kontra LDII — ldiiwatch @ 2:26 am

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/islam-jamaah/message/3238
Ditulis oleh seseorang dengan nick name Abu Manqul <abu_manqul@…>

PREAMBULE

“beragama itu harus MANKUL, kalau nggak MANKUL maka itu adalah ro’yu”
1. kaidah di atas adalah kaidah yang sering kita dengar di milis ini. Menurut bahasa, kaidah di atas memang benar adanya. Sebab, beragama memang harus menggunakan DALIL, sedangkan DALIL itu adalah SESUATU yang “DINUKIL” (alias “MANKUL”) dari alquran dan assunnah/hadits. Dengan demikian, kalimat di atas mempunyai bentuk lain seperti berikut ini:

“beragama itu harus pakai DALIL, kalau nggak pakai DALIL berarti pakai ro’yu”
(more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.